Pihak industri pelayaran sendiri langsung bersiap merespons penandatanganan ini demi kelancaran operasional logistik mereka.

Chief Executive Officer perusahaan tanker minyak Frontline, Lars Barstad mengonfirmasi kesiapan armada mereka yang masih tertahan di kawasan tersebut.

"Kami percaya situasi keamanan bagi industri pelayaran masih bergejolak dan sangat berisiko bagi kapal untuk mulai melintas saat ini," kata Chief Safety and Security Officer Bimco, Jakob Larsen.

Pernyataan dari kelompok perdagangan pelayaran global Bimco pada Senin (15/6/2026) tersebut menegaskan adanya kekhawatiran serius mengenai ancaman ranjau di jalur laut itu.

>>> IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.254, Rupiah Terjaga di Rp 17.725 per Dolar AS

Selain masalah keamanan, detail implementasi tarif pelayaran jangka panjang juga masih menjadi perdebatan antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran.