Pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran dan Selandia Baru di SoFi Stadium berakhir dengan skor imbang 2-2.

Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada jalannya laga. Tribun penonton juga menjadi sorotan karena aksi politik yang ditunjukkan suporter Iran.

>>> Empat Laga Piala Dunia 2026 Imbang Semua, Ulangi Sejarah 1958

Simbol Politik dan Bendera Oposisi

Suporter Iran membawa berbagai atribut politik, termasuk simbol martir dan bendera era pra-revolusi 1979 yang kerap digunakan kelompok oposisi.

Beberapa penonton mengangkat kaus bergambar Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan tewas akibat serangan AS awal tahun ini.

Poster bertuliskan "Minab 168" juga terlihat, merujuk pada jumlah korban ledakan bom di sebuah sekolah di Minab, Iran selatan.

>>> Bigetron Vitality Juarai MPL Indonesia Season 17, Kalahkan ONIC 4-1

Media pemerintah Iran, IRNA, mengklaim bendera resmi tetap mendominasi tribun. Namun, bendera oposisi dan bendera Palestina juga muncul.

Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya telah meminta FIFA melarang bendera pra-revolusi, tetapi upaya itu gagal.

Di lapangan, Selandia Baru unggul lebih dulu melalui dua gol Eljiah Just pada menit ke-7 dan 56. Iran menyamakan kedudukan lewat Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi.

>>> Tanjung Verde Tahan Imbang Spanyol di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Setelah laga ini, Iran dijadwalkan menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026 di stadion yang sama.