Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan deregulasi perizinan serta mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Langkah ini diambil guna memulihkan dan memperkuat perekonomian nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa deregulasi bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif. Ia juga menyebut penguatan nilai tukar rupiah terkait erat dengan keberhasilan program hilirisasi.

>>> PBB Desak AS Rombak Kebijakan Imigrasi Jelang Piala Dunia 2026

"Presiden tadi juga kembali menekankan beberapa hal yang merupakan bagian dari upaya kita untuk memberikan kepercayaan kepada pelaku ekonomi, yang ujungnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Melalui hilirisasi, komoditas mentah dalam negeri akan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Hal ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pada impor dan meningkatkan kekayaan negara.

"Pada akhirnya kita berharap produk yang dihasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi dapat memberikan nilai tambah yang membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara," ucap Prasetyo.

Pemerintah menilai stabilitas merupakan pilar utama yang dibutuhkan dunia usaha. Seluruh elemen masyarakat dan pelaku pasar diajak bersinergi memperbaiki kondisi ekonomi.

>>> Amir Ghalenoei Kritik Kebijakan Imigrasi AS di Piala Dunia 2026

"Mari kita semua bergandengan tangan, bekerja sama, bekerja keras untuk mengembalikan, memulihkan, dan memperkuat ekonomi kita," tutur Prasetyo.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan sentimen positif dari pasar internasional.

PT Danantara Investment Management sukses menerbitkan obligasi perdana senilai US$ 1,5 miliar dengan kelebihan permintaan hingga tiga kali lipat.

>>> HokBen Sediakan Promo Paket Hoka Murah Meriah Rp 18.000 Mulai April 2026

"Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tinggi dan ini real," ujar Rosan.