Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang diterapkan pada timnya selama Piala Dunia 2026.

Kebijakan tersebut mengharuskan seluruh delegasi Iran segera meninggalkan AS setelah pertandingan pembuka melawan Selandia Baru di Los Angeles.

>>> HokBen Sediakan Promo Paket Hoka Murah Meriah Rp 18.000 Mulai April 2026

Hasil imbang yang diraih Iran dalam laga perdana itu diwarnai pembatasan ruang gerak akibat ketegangan politik antara kedua negara.

Otoritas setempat hanya mengizinkan tim Iran masuk menjelang pertandingan dan wajib langsung keluar menuju markas mereka di Tijuana, Meksiko, setelah laga usai.

Protes Manajemen Tim

Kondisi logistik ini memicu protes keras dari pihak manajemen tim terkait dampaknya terhadap kebugaran fisik pemain.

Jarak tempuh yang jauh dan jadwal ketat memangkas waktu istirahat yang dibutuhkan skuad untuk memulihkan kondisi tubuh.

"Ini sangat aneh, seolah-olah orang lain yang membuat keputusan untuk kami. Seharusnya kami bisa tinggal malam ini di Los Angeles untuk pemulihan," ujar Ghalenoei.

Ia juga menyoroti minimnya dukungan struktural dan kehadiran perwakilan resmi yang mendampingi tim sepanjang fase awal turnamen.

"Kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia. Presiden federasi tidak ada, media kami juga tidak berada di sini," kata Ghalenoei.

>>> ANTV Tayangkan Kembali Film Bollywood Kal Ho Naa Ho

Persoalan transportasi menjadi keluhan utama tim kepelatihan akibat minimnya kelonggaran waktu dari penyelenggara.

"Kami menghabiskan banyak waktu untuk perjalanan dan tidak diberi waktu untuk pulih setelah pertandingan. Kami diminta langsung kembali ke kamp latihan di Tijuana," tambahnya.

Meski demikian, Ghalenoei memberikan apresiasi kepada performa para pemain di lapangan serta dukungan emosional dari suporter di SoFi Stadium.

"Dalam kondisi seperti ini, para pemain tetap tampil dinamis dan menunjukkan kekuatan, meski kelelahan," ujarnya.

Aksi suporter yang bertahan memberikan suntikan moral positif dinilai menjadi elemen krusial bagi ketahanan mental tim di tengah situasi sulit.

"Saya sangat senang dengan para suporter yang tetap mendukung pemain Iran. Itu pencapaian besar bagi kami," kata Ghalenoei.

>>> Jadwal Buka Ragunan Libur Lebaran 2026 dan Cara Beli Tiket

Pertandingan pembuka ini diselesaikan Iran dengan raihan satu poin sebelum mereka dijadwalkan menghadapi laga berikutnya melawan Belgia.