Perubahan Pola Aliran dan Dampak di Hilir

Aktivitas pembendungan ini dipastikan mengubah pola alami aliran sungai di masa mendatang. Operator bendungan biasanya menampung air ke waduk saat musim hujan dan melepasnya ketika musim kemarau.

Sistem pengisian dan pelepasan air ini memunculkan kekhawatiran bagi negara-negara di kawasan hilir. Ada potensi negara hulu menutup saluran air saat terjadi krisis air di wilayah mereka sendiri.

Perubahan debit air dari bendungan Motuo akan langsung berdampak pada India dan Bangladesh.

Sungai Brahmaputra yang mengalir sepanjang 2.900 km merupakan sumber air serta pupuk alami bagi 130 juta jiwa.

Aliran sungai ini memasok sekitar 30% cadangan air tawar untuk India. Sementara itu, sektor pertanian dan irigasi di Bangladesh sangat bergantung pada pasokan air sungai tersebut.

Aliran sedimen dari Sungai Brahmaputra juga berfungsi penting dalam pembentukan delta Gangga-Brahmaputra.

Sedimen ini menjaga wilayah dataran rendah yang dihuni sekitar 200 juta orang agar tetap berada di atas permukaan air laut.

"Mengendalikan sifat air atau sungai merupakan bahaya bagi seluruh sabuk Himalaya, terutama negara seperti India, Bangladesh dan pada tingkat tertentu juga Nepal," ujar Jagannath Panda dari Institute for Security and Development Policy.

"Tidak ada berskala sebesar ini," kata Brian Eyler dari Stimson Center.

>>> Redmi Konfirmasi Peluncuran K90 Ultra Akhir Bulan Ini

Ia menambahkan bahwa jika operator berkesempatan mengambil air saat kekeringan, mereka akan mengambilnya dengan mengorbankan pengguna di hilir, seperti yang terjadi di Mekong.