KFA juga meminta media yang meliput skuad Korea Selatan untuk menjaga etika peliputan serta menunjukkan sikap saling menghormati terhadap pemain dan staf.

Pemain Batasi Interaksi dengan Wartawan

Dampak kasus itu segera terasa di dalam kamp tim. Sejumlah laporan menyebut para pemain memilih mengurangi kontak dengan media sebagai bentuk solidaritas terhadap Son.

Sesudah kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, Son yang biasanya hadir dalam sesi wawancara pascalaga hanya menyampaikan salam singkat sebelum meninggalkan area mixed zone.

Situasi serupa terjadi beberapa hari kemudian ketika agenda wawancara individu bersama gelandang Hwang In-beom dibatalkan.

Secara resmi pembatalan dikaitkan dengan penyesuaian jadwal. Namun sejumlah laporan dari lokasi menyebut keputusan itu berkaitan dengan memburuknya hubungan antara pemain dan media.

Pengunduran Diri dan Pembatasan Akses Media

Krisis kemudian merembet ke tingkat organisasi. Sejumlah laporan menyebut sekretaris rombongan media Korea Selatan di Piala Dunia memilih mengundurkan diri.

Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan tanggung jawab atas persoalan etika yang muncul serta memburuknya hubungan antara media dan tim nasional.

Dalam waktu yang sama, KFA mulai memperketat pengaturan akses media terhadap pemain.

Salah satu media domestik bahkan diminta menarik hasil wawancara santai yang dilakukan bersama gelandang Lee Dong-gyeong saat hari libur pemain di Guadalajara. Permintaan tersebut akhirnya dipenuhi.

Ketegangan Terlihat hingga Wartawan Asing

Situasi di dalam kamp Korea Selatan juga menjadi perhatian jurnalis internasional yang berada di lokasi turnamen.

Jurnalis ESPN Meksiko, Jesus Bernal, mengaku sempat diminta meninggalkan sebuah ruangan bersama wartawan asing lainnya sebelum petugas media Korea Selatan memberikan teguran kepada rombongan media domestik.

"Kami kebingungan ketika diminta keluar."