Nama Son selama ini memiliki posisi khusus di mata publik Korea Selatan karena kontribusinya bersama tim nasional maupun di level klub.

Mengapa Status Militer Son Kerap Dibahas?

Pembahasan mengenai wajib militer bukan hal baru bagi Son. Pada Asian Games 2018, ia membantu tim Olimpiade Korea Selatan meraih medali emas.

Prestasi tersebut membuatnya memperoleh pengecualian dari kewajiban menjalani dinas militer penuh yang berlaku bagi warga negara pria Korea Selatan.

Meski demikian, Son tetap mengikuti pelatihan dasar militer selama tiga minggu pada 2020 di satuan marinir yang berada di Pulau Jeju.

Selain itu, ia juga menyelesaikan kewajiban layanan alternatif yang mencakup aktivitas profesional dan jam pelayanan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Klarifikasi dari Pihak Penyiar

Setelah audio itu menyebar, muncul dugaan bahwa suara yang terdengar berasal dari wartawan yang sedang meliput kegiatan tim nasional.

Pihak penyiar kemudian menjadikan video asli tidak dapat diakses publik dan mengunggah versi baru dengan bagian audio kontroversial yang telah dihilangkan.

Dalam penjelasan tertulisnya, mereka membantah bahwa komentar tersebut berasal dari reporter yang bertugas.

Menurut keterangan yang disampaikan, mikrofon peliputan memiliki kemampuan menangkap suara dari area sekitar lokasi latihan yang saat itu terbuka untuk umum. Kru disebut baru mengetahui isi percakapan tersebut setelah menerima masukan dari penonton.

KFA Beri Teguran Terbuka

Meski klarifikasi telah diberikan, kritik dari publik tidak mereda. Desakan untuk mengidentifikasi pihak yang mengucapkan komentar itu terus bermunculan.

Pada 15 Juni, KFA akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi yang menyoroti penggunaan bahasa yang dianggap tidak menghormati para pemain.

Federasi menyatakan komentar tersebut telah menimbulkan kekecewaan mendalam di lingkungan tim nasional.