"Pengakuan negara itu penting karena ini bukan sekadar catatan administratif, tetapi bentuk bahwa lengger betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa ini," katanya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini bukanlah hilangnya seni, melainkan hilangnya ingatan dan keterhubungan antara generasi muda dan budayanya sendiri.

Dengan kehilangan hubungan itu, bangsa akan kehilangan memorinya.

Oleh karenanya, dia mengajak agar pelestarian budaya dijadikan gerakan bersama yang tidak hanya dibebankan kepada komunitas budaya dan seniman saja, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

>>> BPBD Sulteng: Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,7

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar kuat dan mampu membawa warisan budayanya tetap hidup di tengah perubahan zaman," demikian Lestari.