PT Sokonindo Automobile telah memulai perakitan lokal untuk SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) terbaru mereka, DFSK E5 Plus, di fasilitas produksi Cikande, Banten.

Langkah ini diambil menjelang peluncuran resmi mobil tersebut pada ajang GIIAS 2026 mendatang.

>>> Kylian Mbappe Berjanji Tingkatkan Pertahanan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026

Direktur Pusat Penjualan PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menegaskan bahwa seluruh kendaraan baru yang dijual di Indonesia wajib diproduksi secara lokal.

"Pasti (produksi lokal), kita kan investasi publik dari 2018.

Jadi, semua mobil yang kita luncurkan, kita jual di Indonesia, harus produksi di Indonesia," ujarnya di Jakarta Selatan pada Senin (15/6/2026).

Fasilitas di Cikande kini sudah aktif merakit unit DFSK E5 Plus, meskipun seremoni peluncuran resmi masih akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan.

Manajemen memastikan proses produksi kendaraan pintar ini berjalan sesuai jadwal.

>>> Virgil van Dijk Kritik Jeda Minum di Piala Dunia 2026, Dinilai Hanya Demi Iklan

Model PHEV Pertama Rakitan Lokal DFSK

DFSK E5 Plus melengkapi portofolio kendaraan rakitan lokal pabrikan yang sebelumnya telah memproduksi DFSK Gelora, DFSK Gelora E, DFSK Glory 560, dan DFSK Glory i-Auto.

Produk ini menjadi model hybrid colok pertama yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan.

"Bukan hanya PHEV pertama produksi DFSK tapi mobil dengan teknologi pintar pertama dari DFSK," kata Cing Hok Rifin.

Secara spesifikasi global, kendaraan berkapasitas tujuh penumpang ini memadukan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik yang menghasilkan daya kumulatif 215 dk.

Jarak tempuh menggunakan mode baterai murni diklaim mencapai 230 kilometer.

>>> Kiper Veteran Cape Verde Vozinha Gagalkan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026

Kabinet mobil dilengkapi layar sentuh 15,6 inci, sistem parkir otomatis, dan teknologi kecerdasan buatan.