Kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik terhadap kebijakan hydration breaks atau jeda minum yang diterapkan di semua pertandingan Piala Dunia 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut lebih menguntungkan pihak penyiar televisi karena jeda tersebut digunakan untuk menayangkan iklan.

>>> Kiper Veteran Cape Verde Vozinha Gagalkan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026

Van Dijk menyampaikan kritiknya usai laga Belanda vs Jepang yang berakhir imbang 2-2 di Dallas Stadium, Texas, Senin (15/6/2026).

Dalam pertandingan itu, FIFA menerapkan jeda minum selama tiga menit di setiap babak, termasuk saat cuaca di stadion tidak terlalu panas.

Jeda Minum Dinilai Tidak Perlu di Semua Laga

Van Dijk menilai hydration breaks seharusnya hanya diterapkan jika cuaca benar-benar panas dan berpotensi menyebabkan dehidrasi pemain.

Ia menyoroti bahwa Dallas Stadium sudah dilengkapi pendingin udara (AC), sehingga kondisi di dalam stadion tetap sejuk.

"Jeda minum agak menarik, karena saya jelas menonton hampir semua pertandingan sampai hari ini, dan setiap kali ada jeda iklan sebentar...

>>> Pemerintah Kota Bogor Larang Angkutan Kota Berusia di Atas 20 Tahun

Tidak terlalu saya sukai," ujar Van Dijk dikutip dari ESPN.

"Saya pikir bagi penonton netral di TV juga tidak bagus. Jika cuacanya sangat panas, tentu akan bagus untuk menayangkannya.

Tapi menurut saya, kita harus melihatnya di setiap pertandingan secara terpisah," jelasnya.

FIFA sebelumnya memberlakukan hydration breaks di semua laga Piala Dunia 2026 sebagai langkah antisipasi cuaca panas yang ekstrem.

>>> Lenovo Luncurkan Monitor 4K Lecoo M3237PL untuk Profesional

Namun, kebijakan ini menuai pro dan kontra, terutama dari pemain yang merasa jeda tersebut mengganggu ritme pertandingan.