Sebaliknya, orang dengan golongan darah O mempunyai mekanisme pembekuan darah yang jauh lebih efisien dan seimbang.

Hal ini meminimalkan risiko serangan jantung, stroke, serta gangguan kardiovaskular lain karena ringannya beban kerja sistem peredaran darah.

Bukti dari Sejumlah Studi Internasional

Sistem imun yang lebih optimal pada pemilik golongan darah O juga terbukti kuat saat terjadi epidemi besar berdasarkan beberapa studi internasional berskala besar.

Riset NEJM pada Juni 2020 terhadap populasi di Italia dan Spanyol memperlihatkan bahwa individu bertipe darah O memiliki efek proteksi klinis paling kuat.

Studi 'Blood Advances' di Denmark yang menganalisis 473 ribu orang menemukan angka kerentanan tipe O hanya 38,4 persen, berbanding terbalik dari tipe A yang mencapai 44,4 persen.

Data pasien rawat inap di Kanada turut memperkuat keistimewaan ini, di mana pasien infeksi parah bertipe O lebih jarang membutuhkan alat bantu napas atau ventilator.

Persentase kebutuhan ventilator pasien O hanya sebesar 61 persen, sedangkan pasien dengan golongan darah A dan AB melonjak hingga 84 persen.

>>> Prabowo Undang Jerman Perluas Investasi di Sektor Strategis

Durasi perawatan di rumah sakit bagi pasien bergolongan darah O juga tercatat lebih singkat, yakni rata-rata hanya 9 hari hingga diperbolehkan pulang.