Investor legendaris Warren Buffett kembali menunjukkan kedisiplinan dalam berinvestasi pada saham bernilai dengan prospek jangka panjang.

Meski dikenal berhati-hati terhadap sektor teknologi, dua raksasa berbasis kecerdasan buatan (AI) kini menjadi pilar penting bagi portofolionya.

>>> Persik Kediri Lepas Rodrigo Dias Jelang BRI Super League 2026/2027

Sekitar 25 persen dari total portofolio Berkshire Hathaway yang bernilai US$315 miliar ditempatkan pada saham Apple dan Amazon.

Strategi ini memperlihatkan bagaimana Buffett mengombinasikan nilai klasik dengan adaptasi inovasi modern.

Sejak mengambil alih kepemimpinan Berkshire Hathaway pada 1965, nilai per saham perusahaan melonjak lebih dari 5,5 juta persen hingga akhir 2024.

Angka tersebut melampaui kenaikan indeks S&P 500 yang berada di angka sekitar 39 ribu persen.

Apple sebagai Saham Terbesar

Apple menempati posisi sebagai saham terbesar dalam portofolio Berkshire Hathaway, menyumbang sekitar 24,3 persen dari total nilai investasi.

Meskipun bergerak di sektor teknologi, Buffett lebih melihat Apple sebagai perusahaan barang konsumsi.

Produk seperti iPhone, MacBook, dan iPad berhasil membentuk ekosistem terhubung yang menciptakan basis pengguna sangat loyal.

Motor utama pendapatan Apple tetap bertumpu pada penjualan iPhone yang mencapai separuh dari total penjualan perusahaan.

Loyalitas konsumen yang kuat terlihat dari peningkatan pembelian model terbaru, terutama di era digitalisasi pascapandemi.

Sejumlah analis sempat mengkhawatirkan posisi Apple dalam persaingan AI karena dianggap tertinggal dari kompetitornya.

>>> Wall Street Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi Berkat Kesepakatan AS-Iran

Namun, performa perangkat dan fitur berbasis AI yang disematkan tetap memuaskan para pengguna setianya.

Potensi AI Besar Lewat Amazon

Amazon memiliki porsi yang jauh lebih kecil, yaitu hanya sekitar 0,7 persen dari portofolio Berkshire Hathaway.