Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah mencerminkan kepercayaan tinggi investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

Kenaikan di pasar modal pada Senin (15/6) menjadi bukti nyata bahwa pelaku pasar semakin melihat potensi jangka panjang Indonesia.

>>> LF PBNU Tetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026

Perusahaan nasional, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dinilai masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis sebagai modal menjaga kepercayaan investor.

"Investor menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony.

Meskipun dinamika pasar jangka pendek kerap dipengaruhi oleh berbagai sentimen, Dony menegaskan bahwa pergerakan tersebut akan kembali pada kekuatan ekonomi riil.

Kondisi fundamental yang kokoh dari negara maupun emiten tetap menjadi acuan utama bagi para penanam modal.

"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara," kata Dony.

Buyback Saham BUMN Dinilai Wajar

Terkait strategi korporasi di pasar modal, Danantara memandang kebijakan pembelian kembali atau buyback saham oleh perusahaan plat merah merupakan langkah bisnis yang wajar.

Opsi ini diambil apabila harga saham di pasar dinilai belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

"Buyback itu proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil.

Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," jelas Dony.