PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki kinerja perusahaan pada tahun 2026.

Langkah ini diambil setelah pendapatan dan laba perseroan mengalami tekanan sepanjang tahun lalu.

>>> Warren Buffett Ungkap Filosofi Mr Market untuk Hadapi Gejolak Saham

Penurunan daya beli masyarakat sepanjang 2025 menjadi tantangan utama bagi emiten distributor tas koper dan peralatan rumah tangga ini.

Konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja, yang berdampak langsung pada penurunan permintaan produk dan pendapatan perusahaan.

Direktur Utama PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk, Ronald Hartono Tan, mengonfirmasi bahwa perusahaan akan memfokuskan lini usaha pada peningkatan penjualan koper pintar Airwheel dan produk perkakas perkantoran.

"Seluruh inisiatif tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan efisiensi operasional dan pengendalian biaya," ujarnya.

Manajemen mengandalkan strategi perluasan pasar dengan memperkuat kerja sama dengan jaringan department store serta memperbanyak kegiatan promosi merek.

Ekspansi distribusi fisik terus diperluas sejak 2024 dengan membuka tiga counter Airwheel di Jakarta, yaitu di SEIBU Grand Indonesia, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Plaza Senayan, serta satu toko di Sedayu City Kelapa Gading.

>>> Folago dan Telkomsel Hadirkan Paket Bundling Streaming Piala Dunia 2026

Jaringan pemasaran kemudian diperluas ke Jawa Timur pada awal 2025 melalui pembukaan counter di SOGO Pakuwon Mall Surabaya dan toko di Galaxy Mall 3 Surabaya.

Pada Agustus 2025, ekspansi dilanjutkan ke SOGO Paris Van Java Mall Bandung.

Kinerja Keuangan 2025

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, TOOL mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 36,64 persen menjadi Rp 59,26 miliar dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp 93,53 miliar.

Laba bruto perusahaan juga turun 39,37 persen menjadi Rp 24,26 miliar dari sebelumnya Rp 40,01 miliar.

Pada sisi bottom line, perusahaan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 6,99 miliar pada tahun 2025.

>>> KAI Angkut 26 Juta Ton Barang untuk Efisiensi Logistik Nasional

Angka ini berbanding terbalik dengan tahun 2024 yang masih membukukan laba bersih senilai Rp 937 juta.