Angka tersebut melonjak tajam setelah wanita melewati usia 30 tahun, dan risiko bagi ibu hamil berusia 45 tahun ke atas mencapai 53 persen.

Data John Hopkins Medicine mencatat keguguran terjadi pada 10 hingga 30 persen dari total seluruh kasus kehamilan.

Faktor utama pemicunya umumnya adalah masalah kromosom atau kelainan genetik janin yang sering ditemukan pada kehamilan usia lanjut.

Studi dalam Human Reproduction Update tahun 2020 juga menunjukkan bahwa penurunan kualitas DNA sperma akibat pertambahan usia ayah turut berkontribusi pada risiko keguguran.

Langkah Persiapan Kehamilan Sehat di Usia Matang

Meski berisiko tinggi, peluang memiliki kehamilan sehat di usia 40-an tetap terbuka melalui perencanaan medis yang matang.

Langkah pertama adalah menjalani tes prenatal secara berkala untuk mendeteksi potensi cacat lahir atau kelainan genetik sejak dini.

Pasangan suami istri juga disarankan berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan menyeluruh ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter andrologi.

>>> Thomas Mueller Dorong Kai Havertz Jadi Andalan Lini Depan Jerman di Piala Dunia 2026

Langkah medis ini harus diimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti nutrisi seimbang, olahraga, istirahat cukup, mengelola stres, serta menjauhi alkohol dan rokok.