Kesepakatan AS-Iran Dorong Reaksi Positif Pasar Minyak, Pemulihan Butuh Waktu
"Meskipun pasar bereaksi terhadap berita pembukaan Hormuz dengan tenang, realitas operasional kemungkinan akan lebih rumit," kata Charu Chanana, kepala strategi investasi di Saxo Markets.
Ia menyebut pembersihan ranjau, biaya asuransi, kemacetan pelabuhan, dan risiko gangguan geopolitik dapat membuat pergerakan minyak lebih lambat dari yang ditunjukkan berita utama.
Prospek Harga dan Risiko Geopolitik
Penurunan harga minyak mentah lebih lanjut diperkirakan tertahan oleh aksi negara-negara pengimpor. Banyak negara akan memanfaatkan momentum ini untuk mengisi kembali cadangan strategis mereka yang sempat menipis.
>>> Ekspresikan Perasaan Mengharu Biru Lewat Kumpulan Kata Sad Vibes Menyentuh Hati
"Sulit untuk melihat harga minyak mentah turun lebih jauh dari sini dalam waktu dekat," kata Tony Sycamore, analis pasar di IG Australia Pty Ltd. Negara-negara akan menggunakan pembukaan kembali selat untuk mengisi kembali persediaan yang menipis dan cadangan minyak strategis.
Ia menambahkan bahwa harga telah turun tajam dalam beberapa sesi terakhir karena antisipasi kesepakatan. Namun, risiko kenaikan harga minyak belum bisa dikesampingkan.
"Masih terlalu dini untuk mengesampingkan risiko kenaikan harga minyak.
Proses negosiasi belum sepenuhnya terwujud menjadi kesepakatan stabil yang dapat diimplementasikan secara efektif," kata Linh Tran, analis pasar di XS.
com.
Jika permintaan tetap kuat sementara pasokan pulih lebih lambat dari yang diharapkan, harga minyak masih dapat menemukan dukungan.
Kesepakatan AS-Iran "terasa seperti dibangun di atas landasan yang cukup goyah," kata Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group Ltd.
Ia menambahkan bahwa apa yang diminta Iran dalam hal rekonstruksi, modal dari AS, dana yang disita atau dibekukan, dan berbagai faktor, bisa menjadi titik permasalahan.
Update Terbaru
Ford Beri Sinyal Resmi untuk Pickup Listrik Rp480 Jutaan
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Qualcomm Luncurkan Snapdragon Reality Elite untuk Kacamata Pintar
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
Minat Menabung Masyarakat Meningkat, Didorong Optimisme Ekonomi
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
DJI Osmo Pocket 4P: Sensor 1 Inci untuk Video Minim Cahaya
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Maxence Lacroix Janjikan Traktiran Pizza untuk Warga Ajat Selama Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Amir Ghalenoei Kecam Perlakuan Diskriminatif AS Terhadap Timnas Iran
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Madura United Pertahankan Tiga Gelandang, Lepas Sembilan Pemain
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Android 17 Stable Resmi Dirilis, Ini Deretan Fitur Barunya
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Menkeu Purbaya Temui Menkeu China Bahas Penerbitan Panda Bond
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
IHSG 17 Juni 2026 Ditutup Melemah ke 6.220, Sektor Perindustrian Tertekan
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Snapdragon Reality Elite: Chip Kacamata Pintar dengan Performa GPU 60% Lebih Tinggi
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan Premi Risiko Geopolitik
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB






