Investor asing juga membukukan aksi beli bersih (net buy) mencapai 402 miliar won atau setara dengan US$ 266 juta, yang menunjukkan kembalinya minat terhadap aset berisiko.

Di pasar valuta asing, mata uang won Korea Selatan menguat sebesar 0,44% ke posisi 1.511,6 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya pada level 1.518,3 per dolar AS.

Tren positif ini juga merambah ke pasar obligasi setempat.

Yield obligasi pemerintah Korea Selatan untuk tenor tiga tahun turun 9 basis poin menjadi 3,73%, sementara yield obligasi untuk jangka waktu 10 tahun merosot 7,7 basis poin ke level 4,124%.

>>> Utang Luar Negeri Indonesia April 2026 Tembus US$ 439,8 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Penurunan imbal hasil obligasi ini merefleksikan proyeksi pelaku pasar bahwa berakhirnya konflik di Timur Tengah dan potensi turunnya harga minyak mentah dapat menekan laju inflasi global, sehingga mengurangi urgensi bank sentral untuk mengetatkan kebijakan moneter secara agresif.