Polusi Udara Memburuk, Tangerang Selatan Duduki Posisi Teratas
Kualitas udara di sejumlah kota besar Indonesia kembali memburuk.
Berdasarkan data IQ Air pada pukul 09:30 WIB, Tangerang Selatan dan sekitarnya menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan polusi udara paling parah.
>>> Pelaku Usaha Maritim Cermati Rencana Pembukaan Selat Hormuz
Kawasan Serpong mencatat air quality index (AQI) tertinggi dengan angka 191. Disusul Tangerang Selatan yang mencapai AQI 190, keduanya masuk kategori tidak sehat.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pengidap penyakit pernapasan.
AQI pada rentang 151–200 meningkatkan kemungkinan efek samping pada jantung dan paru-paru.
Sementara itu, Kota Bandung menyalip Jakarta dalam daftar kota paling berpolusi pagi ini. Bandung mencatat AQI 153, sedangkan Jakarta berada di angka 122.
Konsentrasi partikel halus PM2.5 di berbagai kota juga menjadi perhatian serius. Partikel mikroskopis ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru hingga aliran darah.
Paparan jangka panjang PM2.5 dikaitkan dengan peningkatan risiko asma, penyakit jantung, stroke, kanker paru, hingga kematian dini.
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 16 - 21 Juni 2026
Rata-rata konsentrasi PM2.5 di kota-kota terpolusi pagi ini sekitar enam kali lipat di atas batas aman tahunan WHO.
Posisi Tangerang Selatan di puncak daftar wilayah terpolusi bukan hal baru. Sepanjang 2025, kota itu konsisten tercatat sebagai salah satu dengan kualitas udara terburuk di Indonesia.
Tingginya aktivitas kendaraan bermotor, kawasan industri, pembangunan infrastruktur masif, dan kondisi cuaca tertentu diduga menjadi faktor utama. Sejumlah kota di Pulau Jawa juga mendominasi daftar polusi tertinggi.
Wilayah dengan Kualitas Udara Bersih
Di tengah buruknya kualitas udara di kota besar, terdapat kabar baik dari Sulawesi Barat.
Kota Mamuju tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara paling bersih dan sehat di Indonesia.
>>> Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Ingatkan Bahaya Waswas dan OCD, Dzikir Jadi Benteng Menjaga Ketakwaan
Para ahli mengingatkan masyarakat di daerah dengan polusi tinggi untuk membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker penyaring partikel halus, dan memantau kualitas udara secara berkala.
Update Terbaru
Brasil Imbang 1-1 dengan Maroko di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 12:32 WIB
Saham BBCA Melonjak 5,49 Persen Setelah Sempat Terpuruk
Senin / 15-06-2026, 12:32 WIB
Masjidil Haram Siapkan Penggantian Kiswah Ka'bah Jelang 1 Muharram 1448 H
Senin / 15-06-2026, 12:32 WIB
IHSG Sesi I 15 Juni 2026 Melonjak 5 Persen ke Level 6.309
Senin / 15-06-2026, 12:32 WIB
Vulla Hendrata Modifikasi Honda Stylo 160 Jadi Arjuno Neo Board Tracker
Senin / 15-06-2026, 12:28 WIB
Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko dan AS Pimpin Grup
Senin / 15-06-2026, 12:28 WIB
Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat 2026 dan Makna Filosofisnya
Senin / 15-06-2026, 12:28 WIB
Le Comptoir Quarter Buka Restoran Prancis Kasual di Plaza Indonesia
Senin / 15-06-2026, 12:28 WIB
Bank Jatim Bagikan Dividen Rp850 Miliar, Yield Capai 9,4%
Senin / 15-06-2026, 12:28 WIB
Netflix Gelar Tur Dunia 'KPop Demon Hunters' untuk Manfaatkan Fandom Global
Senin / 15-06-2026, 12:24 WIB
Pasar Padurenan Baru Bekasi Sepi, Kini Jadi Tempat Pembuangan Sampah
Senin / 15-06-2026, 12:23 WIB
Harga Pertamax Dinilai Masih di Bawah Nilai Wajar, Beban Finansial Membengkak
Senin / 15-06-2026, 12:23 WIB
HUNDRED Hoo Haa Cup 2026 di ICE BSD Diikuti 3.000 Peserta
Senin / 15-06-2026, 12:21 WIB
Banjir dan Longsor di Sumatra Ancam Kepunahan Orangutan Tapanuli
Senin / 15-06-2026, 12:21 WIB






