Penyelenggaraan 12th AOWSC 2026 tidak hanya berdampak positif bagi pembinaan olahraga, tetapi juga memicu perputaran ekonomi di Bali.

"Hotel-hotel penuh terisi. Event seperti ini mendatangkan lebih banyak orang dan perputaran ekonomi ke Bali.

>>> Trump Umumkan Pembukaan Kembali Selat Hormuz pada Jumat

Manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui kunjungan wisatawan, keluarga atlet, dan ofisial," kata Farid.

Keberhasilan ini membuat Farid percaya bahwa Indonesia siap menggelar ajang olahraga yang lebih besar, berkaca dari kesuksesan Asian Games 2018.

"Saya masih ingat Asian Games 2018.

Setelah melihat kesuksesan itu, saya percaya Indonesia memiliki potensi besar untuk menggelar event yang lebih besar lagi, bahkan Olimpiade.

Dengan destinasi seperti Bali, Indonesia juga berpotensi menjadi tuan rumah Asian Beach Games," ungkapnya.

Kualitas penyelenggaraan di Bali bahkan memicu ketertarikan negara lain untuk menjadi suksesor panitia pelaksana lokal.

"After seeing how well this competition was organized in Bali, many countries became interested in hosting it next year," tuturnya.

Ketua Pelaksana 12th AOWSC dan A. Stream Open Water Swimming Bali Series 2026, Kiki Taher, menyebutkan data peminat yang mendaftar.

"Kalau dari beberapa yang sudah terdaftar dan kemudian dari beberapa email yang masuk dan ingin menyatakan ingin ikut, saya perkirakan bisa di atas 500 peserta, kalau memang kita buka terus," terangnya.

Namun, PB Akuatik Indonesia membatasi kuota dan hanya menerima total 300 pendaftaran, dengan 20 persen peserta mancanegara.

Setelah seri di Bali, kompetisi A. Stream Open Water Swimming selanjutnya dijadwalkan bergeser ke Kepulauan Bangka Belitung.

>>> Minat Investor Tinggi Menjelang Debut Saham SpaceX di Bursa

"Kita punya series ketiga yang akan bersamaan dengan kejurnas. Rencananya, akan kita lakukan di Belitung sebelum Oktober," tutupnya.