Executive Director Asia Aquatics, Farid Fattahian, menyatakan bahwa cabang olahraga renang Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa depan.

Pernyataan itu disampaikan saat ia diwawancarai pada hari kedua 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 (AOWSC) di Pantai Jimbaran, Bali.

>>> Belanda Tahan Imbang Jepang 2-2 di Laga Dramatis Piala Dunia 2026

Farid meyakini Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi kekuatan baru dalam olahraga akuatik di Asia, khususnya pada nomor renang perairan terbuka.

Ia menilai tren perkembangan atlet nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan grafik yang sangat menjanjikan.

Kemajuan signifikan perenang Indonesia terpantau saat mereka berlaga di Islamic Solidarity Games 2025 di Riyadh, bukan dari SEA Games 2025.

"Saya melihat hasil yang sangat baik dari perenang Indonesia pada Islamic Games. Begitu pula di Asian Youth Games, mereka mencatatkan hasil yang membanggakan," ujar Farid.

"Saya percaya perkembangan atlet renang Indonesia terus meningkat dan melangkah maju secara bertahap. Mungkin pada Asian Games mendatang, kita akan melihat kejutan dari Indonesia," katanya.

Sinyal positif ini menjadi motivasi tambahan bagi dunia akuatik nasional yang sedang gencar membangun pembinaan atlet perairan terbuka.

Status Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut lebih dari 70 persen menjadi modal geografis utama untuk melahirkan perenang open water swimming kelas dunia.

Selain performa atlet, kesuksesan Bali dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional juga mendapat apresiasi tinggi dari Asia Aquatics.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, Kementerian Olahraga Indonesia, PB Akuatik Indonesia, dan semua pihak yang terlibat. Kami mendukung Indonesia untuk menghadirkan kompetisi yang aman dan berkualitas," ujarnya.