Tim Kuniskis, kepala merek Stellantis Amerika, mengatakan strategi ini menyasar pembeli yang mengutamakan fungsionalitas dan kepraktisan. Kelompok itu mencakup sekitar 35 persen pasar.

"Keputusan pembelian yang didasarkan pada kepraktisan harus memanfaatkan keterjangkauan," kata Kuniskis kepada investor pada Mei.

Dampak Lebih Luas bagi Stellantis

STLA One tidak hanya penting bagi Chrysler, tetapi juga menjadi salah satu arsitektur utama Stellantis secara global.

Pada 2030, perusahaan memperkirakan setengah volume globalnya berasal dari tiga platform, termasuk STLA One.

Platform ini direncanakan mendukung lebih dari 30 kendaraan dan menghasilkan lebih dari 2 juta penjualan tahunan pada 2035.

STLA One juga akan menjadi platform pertama yang mengintegrasikan perangkat lunak STLA Brain dan STLA SmartCockpit.

>>> Ford Mustang Jadi Mobil Paling Jarang Dikendarai di AS, Tapi Hanya Jika Hitung Pemilik yang Menjual

Setelah sekian lama Chrysler kurang relevan di mata pembeli Amerika, STLA One diharapkan menjadi titik balik. Platform global ini memberi harapan baru bagi kebangkitan merek tersebut.