Chrysler bersiap keluar dari keterpurukan dengan mengandalkan platform global baru bernama STLA One.

Platform ini akan menjadi fondasi bagi tiga crossover yang diharapkan mengembalikan daya saing merek tersebut di pasar Amerika.

>>> GM Ingin Mobil Listrik Anda Bantu Jaringan Listrik, Tapi Biaya Peralatannya Rp 300 Juta

Selama hampir satu dekade, Chrysler hanya mengandalkan Pacifica sebagai satu-satunya model andalan. Sementara itu, para pesaing terus membanjiri pasar dengan crossover, kendaraan listrik, dan hybrid baru.

Kini, Stellantis percaya STLA One adalah jawabannya.

Platform ini dirancang dari awal untuk mendukung berbagai jenis kendaraan, dimensi, dan powertrain, memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi para desainer dan insinyur.

Kebebasan Desain yang Lebih Luas

Irina Zavatski, wakil presiden desain Chrysler, mengatakan STLA One akan memberikan fleksibilitas yang sebelumnya tidak dimiliki.

"Ini akan membantu kami mendorong bahasa desain dan proporsi," ujarnya pada 4 Juni.

Zavatski menambahkan bahwa jangkauan global platform ini memungkinkan desainer dari berbagai daerah untuk berkontribusi sesuai keinginan mereka. Kebebasan itu dinilai krusial dalam upaya kebangkitan Chrysler.

Tiga Crossover untuk Mengisi Lineup

Model pertama yang menggunakan STLA One di Amerika Utara adalah Airflow crossover yang sudah lama ditunggu. Meski tanggal peluncuran belum diumumkan, Airflow diharapkan menjadi ujung tombak kebangkitan Chrysler.

Dua model crossover yang lebih kecil, Arrow dan Arrow Cross, juga akan menyusul. Keduanya berbagi basis dengan produk Fiat di luar negeri, yaitu Grizzly dan Grizzly Fastback.

>>> Review Chevrolet Suburban 2026: SUV Raksasa dengan Harga Rp1,6 Miliar, Tapi Kursi Terbaik Bukan di Depan

Arrow dan Arrow Cross akan ditawarkan dengan pilihan mesin bensin, mild-hybrid, dan listrik penuh. Ketiga crossover ini menargetkan rentang harga $25.000 hingga $35.000.