Sentimen pasar diharapkan membaik dan tekanan jual akibat ketidakpastian global dapat diredam melalui kebijakan moneter yang lebih ketat ini.

Meski demikian, pergerakan yield SUN masih dibayangi oleh risiko fiskal pemerintah serta besarnya kebutuhan pembiayaan APBN.

Kondisi pasar Surat Berharga Negara (SBN) saat ini juga telah mengalami perubahan struktural yang signifikan.

Porsi kepemilikan investor asing di pasar obligasi pemerintah tercatat menurun dibandingkan dengan situasi beberapa tahun lalu.

"Porsi asing yang lebih kecil membuat transmisi kebijakan suku bunga terhadap permintaan SUN menjadi tidak sekuat sebelumnya. Namun, hal ini bukan berarti kebijakan BI kehilangan efektivitas," kata Yusuf.

Daya tarik utama bagi investor asing diperkirakan akan bergeser ke instrumen obligasi jangka pendek yang lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga acuan.

Sebaliknya, minat pada obligasi jangka panjang akan tetap bergantung pada variabel ekonomi makro lainnya.

>>> Warren Buffett Ungkap Lima Sumber Pendapatan Pasif Terbaik

"Sementara itu, minat pada tenor panjang masih akan dipengaruhi oleh perkembangan kondisi fiskal, arah inflasi, serta prospek nilai tukar rupiah ke depan," ujar Yusuf.