Ini menunjukkan bahwa teknologi energi bersih dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus efisiensi operasional," ujar John Anis.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menambahkan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata sinergi antar-subholding dalam mendukung agenda transisi energi nasional.

Pemanfaatan energi terbarukan di sektor maritim menurutnya membuktikan bahwa dedieselisasi dapat dilakukan tidak hanya di darat, tetapi juga di laut.

"Pemerintah mendorong pembangunan PLTS hingga 100 GW dan salah satu fokus utamanya adalah dedieselisasi. Melalui proyek ini, Pertamina membuktikan bahwa dedieselisasi di sektor maritim dapat dilakukan.

Jika di laut saja bisa dilakukan, maka peluang implementasinya di berbagai sektor lainnya tentu akan semakin besar," tutur Agung Wicaksono.

Keberhasilan implementasi pada OB Patra 2303 menjadi langkah awal pengembangan dekarbonisasi armada maritim Pertamina.

Program serupa direncanakan akan diperluas secara bertahap ke enam kapal Oil Barge lainnya hingga 2029.

Pertamina NRE terus memperkuat perannya sebagai penggerak transisi energi melalui inovasi dan kolaborasi lintas entitas.

>>> Mehdi Taremi Kritik Intervensi Politik di Piala Dunia 2026

Langkah ini mencakup pengembangan solusi rendah karbon untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia.