Pertamina memperluas komitmen pengurangan emisi karbon ke sektor maritim nasional.

Langkah ini diwujudkan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

>>> IHSG Pekan Depan Diproyeksi Bergerak pada Rentang 5.900 Hingga 6.220

Fasilitas baru ini mampu mengurangi emisi karbon hingga 79,2 ton CO₂ setiap tahun. Selain itu, instalasi sistem tenaga surya tersebut juga menekan konsumsi bahan bakar diesel armada.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pertamina dalam memperluas pemanfaatan energi bersih di rantai bisnisnya.

Selama ini, armada pendukung distribusi energi nasional masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Proses pemasangan dan pengoperasian sistem energi terbarukan ini dilakukan di galangan kapal di Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada Kamis, 11 Juni 2026.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono memantau langsung kegiatan tersebut.

Menurutnya, penerapan energi surya di kapal membuktikan bahwa pengurangan bahan bakar fosil bisa dilakukan di wilayah perairan.

“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa deselisisasi tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut.

Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,” kata Agung.

Agung menegaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari perjalanan Pertamina menuju target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat melalui berbagai program penurunan emisi di seluruh lini bisnis perusahaan.

Proyek ini juga menjadi contoh nyata sinergi antar-entitas Pertamina.

>>> Dokter di Pakistan Angkat Kembar Parasit dari Dada Bocah Lima Tahun

Kolaborasi antara PNRE sebagai pengembang solusi energi terbarukan, PTK sebagai operator armada, dan PIS sebagai induk usaha memungkinkan lahirnya inovasi yang memberikan manfaat operasional sekaligus mendukung target transisi energi nasional.