Direktur Utama PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), John Anis mengungkapkan detail teknis fasilitas tersebut.

Sistem yang terpasang menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 11,5 kWp yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh.

John menyampaikan, energi yang dihasilkan panel surya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan daya auxiliary engine kapal sehingga sebagian penggunaan diesel dapat digantikan oleh energi terbarukan.

“PLTS pada kapal OB Patra 2303 mampu mensubstitusi kebutuhan energi hingga enam jam operasional kapal. Dengan implementasi ini, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan,” ujar John.

Melalui perhitungan internal perusahaan, sistem terintegrasi ini memiliki potensi besar dalam menghemat penggunaan bahan bakar diesel. Penghematan tersebut diperkirakan mampu mencapai 28,08 kiloliter per tahun.

Penerapan teknologi hijau pada armada OB Patra 2303 menjadi bukti konkret peluang besar energi terbarukan di sektor transportasi laut.

Langkah ini memperkuat agenda dekarbonisasi dalam operasional pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra menambahkan bahwa proyek ini menjadi tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi maritim Pertamina.

Pemanfaatan energi surya melengkapi berbagai perangkat penghemat energi yang telah diterapkan pada armada pelayaran.

>>> PT IWIP Resmikan Sanctuary Park 11 Hektar di Halmahera Tengah

“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,” tutup Eka.