Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak pada kisaran 5.900 hingga 6.220 untuk perdagangan pekan depan, tepatnya Senin (15/6/2026).

Pada akhir pekan lalu, Jumat (12/6/2026), IHSG ditutup melonjak 2,07% ke posisi 6.007,66.

>>> Dokter di Pakistan Angkat Kembar Parasit dari Dada Bocah Lima Tahun

Performa positif ini didorong oleh sejumlah faktor eksternal dan domestik.

Dari eksternal, menguatnya harapan akan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta penurunan harga minyak mentah ke bawah US$ 90 per barel menjadi katalis utama.

Sementara dari dalam negeri, sentimen positif datang dari rencana pemerintah mengefisiensikan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memangkas target pembangunan koperasi desa Merah Putih hingga 50%.

Penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,72% ke level Rp 17.860 per dolar AS di pasar spot turut mendukung, dengan sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 4,85%.

Para pelaku pasar kini mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (18/6/2026).

Konsensus memprediksi BI Rate akan naik 25 bps ke level 5,75%.

>>> PT IWIP Resmikan Sanctuary Park 11 Hektar di Halmahera Tengah

Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pola Golden Cross yang memicu histogram positif. Namun, Stochastic RSI mengindikasikan jenuh beli (overbought) yang berisiko memicu Death Cross.

Laju indeks saham diperkirakan masih berpeluang menguji Moving Average 20 (MA20).

Phintraco Sekuritas menyebut IHSG berpotensi bergerak pada support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.220 pekan depan.

Sementara itu, MNC Sekuritas menilai indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji rentang area 6.106 hingga 6.140.

Namun, pelaku pasar diimbau waspada terhadap potensi koreksi ke kisaran 5.962-6.021.

>>> QJMOTOR Hadiahi Pembeli Motor Liburan Gratis ke China

Untuk perdagangan Senin (15/6/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan saham HMSP, INDY, NCKL, dan UNVR untuk dicermati.