PLN Targetkan PLTS 1,225 GW Beroperasi pada 2029
PT PLN (Persero) menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total 1,225 gigawatt (GW) di berbagai wilayah Indonesia.
Target commercial operation date (COD) seluruh proyek ditetapkan pada tahun 2029.
>>> Inggris Tinjau Akuisisi Paramount Skydance atas Warner Bros Senilai US$110 Miliar
Rencana strategis tersebut disampaikan dalam agenda ESSA Summit Indonesia 2026 pada Selasa (9/6/2026).
Executive Vice President Power Plant Procurement and IPP PLN Nico Samuel Saroinsong mengungkapkan proyek ini dikembangkan melalui strategi pengadaan terintegrasi bertajuk GIGA ONE.
Lewat program GIGA ONE, PLN akan menggarap infrastruktur PLTS secara bertahap melalui proyek bernama PLTS Mentari Nusantara I, II, dan III.
Proyek ini diintegrasikan untuk mendukung target net zero emission (NZE) nasional pada 2060 atau lebih cepat.
Sebaran Wilayah dan Kapasitas
Wilayah sebaran pembangunan PLTS Mentari mencakup Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, hingga Sulawesi.
Kapasitas yang dialokasikan meliputi Jawa 600 MW, Kalimantan 340 MW, Maluku dan Papua 120 MW, Nusa Tenggara Barat 80 MW, Sulawesi 50 MW, serta Sumatra 35 MW.
Proyek tahap awal, PLTS Mentari Nusantara I, menjadi bagian dari cetak biru program 100 GW PLTS yang digagas sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
>>> DJP Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak Senilai Rp 2,54 Triliun
PLN mengundang investor dan developer IPP untuk berkolaborasi mengimplementasikan target tersebut.
PLN telah menyusun skema return on investment (ROI) yang kompetitif untuk menarik mitra strategis.
Langkah kolaboratif ini diambil karena PLN tidak dapat bergerak sendiri dalam mengejar target bauran energi bersih yang masif.
Dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 mencatat penambahan kapasitas total PLTS hingga 17,1 GW.
Angka ini menempatkan tenaga surya sebagai kontributor utama ekspansi energi bersih nasional, mengungguli PLTA yang ditargetkan 11,7 GW.
Karena energi surya bersifat intermiten, PLN mengombinasikan proyek ini dengan sistem penyimpanan energi berkapasitas total 10,3 GW.
Komponen penyimpanan mencakup PLTA pumped storage 6 GW dan battery energy storage system (BESS) 4,3 GW.
>>> Chatib Basri: Faktor Global Dominasi Tekanan Ekonomi Domestik
Selain surya dan air, RUPTL juga mengalokasikan penambahan kapasitas dari pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) 7,2 GW, panas bumi (PLTP) 5,2 GW, dan bioenergi (PLTBio) 0,9 GW.
Update Terbaru
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan di Libema Terbuka 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:40 WIB
Telkom Buyback Saham Rp4 Triliun dan Bagikan Dividen, Analis Optimistis
Selasa / 09-06-2026, 19:40 WIB
Dewan Ekonomi Nasional Laporkan Risiko Pelemahan Rupiah ke Presiden
Selasa / 09-06-2026, 19:39 WIB
Menguak Misteri Jumlah Pintu Lawang Sewu Semarang
Selasa / 09-06-2026, 19:37 WIB
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Libema Open 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:37 WIB
Mitsubishi Eclipse Kembali, Tapi Kini Jadi Mobil Listrik Rebadge Nissan
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Korlantas Polri Perpanjang Moratorium Sirene dan Pengawalan Kendaraan
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Grab Indonesia Targetkan Armada Kendaraan Listrik Naik Tiga Kali Lipat pada 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026 di Jakarta dan Jawa Barat Resmi Dirilis
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Pemerintah Siapkan Rp 20 Triliun untuk Keberlanjutan JKN BPJS Kesehatan
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
IHSG Melonjak 7,5 Persen ke Level 5.746,6 Akhiri Tekanan Beruntun
Selasa / 09-06-2026, 19:35 WIB
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Duta Besar Negara Sahabat
Selasa / 09-06-2026, 19:35 WIB
Indeks Saham Bahan Baku Ambles 24 Persen Akibat Sentimen Negatif
Selasa / 09-06-2026, 19:34 WIB
OJK: 118 Perusahaan Asuransi Penuhi Ekuitas Minimum Tahap Pertama
Selasa / 09-06-2026, 19:33 WIB






