Inggris Tinjau Akuisisi Paramount Skydance atas Warner Bros Senilai US$110 Miliar
Otoritas persaingan usaha Inggris secara resmi memulai peninjauan terhadap rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Paramount Skydance. Nilai transaksi ini mencapai sekitar US$110 miliar.
Proses peninjauan dilakukan setelah regulator menyelesaikan tahap awal pengumpulan informasi terkait transaksi tersebut. Fase pertama akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026.
>>> DJP Blokir Ribuan Rekening Penunggak Pajak Senilai Rp 2,54 Triliun
Setelah tenggat waktu tersebut, Competition and Markets Authority (CMA) akan memutuskan apakah transaksi dapat disetujui. Jika tidak, penyelidikan akan dilanjutkan ke tahap yang lebih mendalam.
Dalam tahap awal, CMA akan menilai apakah transaksi berpotensi mengurangi tingkat persaingan di suatu industri atau wilayah di Inggris.
Sebelumnya, regulator telah membuka masa konsultasi publik melalui undangan untuk memberikan tanggapan. Periode penyampaian masukan berlangsung mulai 13 April hingga 27 April.
Paramount berhasil mengungguli Netflix pada Februari lalu setelah persaingan penawaran yang panjang untuk mengakuisisi Warner Bros.
Jika transaksi ini terealisasi, sejumlah studio dan jaringan media besar seperti CNN dan CBS akan berada di bawah satu kelompok usaha.
>>> Chatib Basri: Faktor Global Dominasi Tekanan Ekonomi Domestik
Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan dengan platform layanan streaming digital.
Sorotan Regulator Global
Rencana akuisisi tersebut sebelumnya juga menarik perhatian regulator di Amerika Utara dan Eropa.
Berbagai pelaku industri hiburan, termasuk penulis, aktor, sineas, hingga operator bioskop, menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak transaksi terhadap persaingan dan kepentingan konsumen.
Pekan lalu, sejumlah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa negara bagian California, New York, serta beberapa negara bagian lain di AS tengah mempersiapkan gugatan hukum untuk menghentikan transaksi tersebut.
>>> Bank Indonesia Pastikan Cadangan Devisa Cukup untuk Stabilisasi Rupiah
Hingga berita ini ditulis, baik Warner Bros maupun Paramount belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan Reuters terkait perkembangan proses peninjauan.
Update Terbaru
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan di Libema Terbuka 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:40 WIB
Telkom Buyback Saham Rp4 Triliun dan Bagikan Dividen, Analis Optimistis
Selasa / 09-06-2026, 19:40 WIB
Dewan Ekonomi Nasional Laporkan Risiko Pelemahan Rupiah ke Presiden
Selasa / 09-06-2026, 19:39 WIB
Menguak Misteri Jumlah Pintu Lawang Sewu Semarang
Selasa / 09-06-2026, 19:37 WIB
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Libema Open 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:37 WIB
Mitsubishi Eclipse Kembali, Tapi Kini Jadi Mobil Listrik Rebadge Nissan
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Korlantas Polri Perpanjang Moratorium Sirene dan Pengawalan Kendaraan
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Grab Indonesia Targetkan Armada Kendaraan Listrik Naik Tiga Kali Lipat pada 2026
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026 di Jakarta dan Jawa Barat Resmi Dirilis
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
Pemerintah Siapkan Rp 20 Triliun untuk Keberlanjutan JKN BPJS Kesehatan
Selasa / 09-06-2026, 19:36 WIB
IHSG Melonjak 7,5 Persen ke Level 5.746,6 Akhiri Tekanan Beruntun
Selasa / 09-06-2026, 19:35 WIB
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 17 Duta Besar Negara Sahabat
Selasa / 09-06-2026, 19:35 WIB
Indeks Saham Bahan Baku Ambles 24 Persen Akibat Sentimen Negatif
Selasa / 09-06-2026, 19:34 WIB
OJK: 118 Perusahaan Asuransi Penuhi Ekuitas Minimum Tahap Pertama
Selasa / 09-06-2026, 19:33 WIB






