Pesta sepak bola pramusim paling bergengsi di Tanah Air, Piala Presiden 2026, akhirnya resmi bergulir mulai hari ini, Sabtu (25/7/2026). Ajang yang selalu dinanti-nantikan oleh jutaan pencinta sepak bola Indonesia ini kembali hadir dengan format kompetisi yang semakin ketat dan kompetitif.
 
Tahun ini, turnamen yang berfungsi sebagai batu ujian jelang bergulirnya Liga 1 tersebut menghadirkan delapan tim peserta yang terbagi ke dalam dua grup. Yang membuat edisi kali ini semakin spesial adalah kehadiran beberapa klub undangan dari mancanegara, yang siap memberikan tantangan taktis dan fisik yang lebih serius bagi perwakilan klub Indonesia.
 

Laga Pembuka dan Duel Klasik yang Memanas

Pembukaan turnamen akan ditandai dengan laga yang mempertemukan dua wakil dari Asia Tenggara. DPMM FC, klub kebanggaan Brunei Darussalam, akan menjamu Tampines Rovers asal Singapura. Pertandingan yang dijadwalkan kickoff pada pukul 15.30 WIB ini menjadi kesempatan emas bagi kedua tim untuk memulai kampanye mereka dengan catatan positif.
 
Namun, sorotan utama penggemar sepak bola Tanah Air tentu akan tertuju pada laga malam hari. Stadion akan memanas ketika duel klasik penuh tensi antara Persib Bandung melawan Arema FC digelar mulai pukul 19.30 WIB. Sejarah panjang rivalitas "El Classico" Indonesia ini dipastikan akan menyedot antusiasme tinggi, baik dari tribun penonton maupun pemirsa di rumah, menjadikannya tontonan wajib yang sarat akan emosi dan kebanggaan.
 

Grup A: Ujian Berat di Stadion Si Jalak Harupat

Pada edisi kali ini, seluruh rangkaian pertandingan Grup A akan dipusatkan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Grup ini kerap dijuluki sebagai "Grup Neraka" oleh para pengamat sepak bola karena kualitas tim yang sangat seimbang.
 
Selain dua raksasa Jawa Barat dan Jawa Timur, yakni Persib Bandung dan Arema FC, grup ini juga dihuni oleh DPMM FC (Brunei Darussalam) dan Tampines Rovers (Singapura). Kehadiran tim-tim dari luar negeri ini bukan sekadar pelengkap. Mereka datang dengan motivasi tinggi untuk menunjukkan kualitas sepak bola ASEAN, sekaligus memaksa pelatih lokal untuk menguji taktik, rotasi skuad, dan kondisi fisik pemain secara maksimal sebelum kompetisi resmi dimulai.
 

Update Terbaru