Prosesor M5 Max, chip terbaru Apple untuk jajaran MacBook Pro, dikabarkan mengalami masalah teknis serius. Performa tingginya disebut memicu peningkatan suhu ekstrem yang berdampak pada kerusakan fisik layar.

Keluhan pertama muncul di forum Reddit, sebagaimana dilaporkan oleh Gamebrott. Seorang pengguna melaporkan adanya pemudaran warna atau discoloration di area bawah panel layar MacBook Pro.

>>> Timnas Belanda Siapkan Brian Brobbey Guna Gempur Pertahanan Solid Jepang

Kerusakan visual itu muncul tepat di atas ventilasi pembuangan udara panas.

Kondisi ini terjadi saat laptop dipaksa menangani beban kerja berat dalam durasi panjang, seperti menjalankan Large Language Model (LLM).

Saat pemrosesan berat berlangsung, suhu internal komponen dilaporkan melonjak hingga melebihi 100 derajat Celsius. Panas berlebih inilah yang kemudian merusak struktur panel layar di sekitarnya.

>>> Panduan Memilih Produk Probiotik yang Tepat untuk Kesehatan Pencernaan

Sistem Pendingin Dinilai Kurang Mumpuni

Meski Apple dikenal mengedepankan efisiensi daya, MacBook Pro dengan M5 Max dinilai memerlukan sistem pendingin yang lebih tangguh.

Saat ini, perangkat tersebut masih menggunakan sistem pipa panas tunggal atau single heatpipe.

Sistem single heatpipe dianggap tidak lagi memadai untuk meredam panas dari komputasi intensif. Apple dikabarkan akan beralih ke teknologi pendinginan tangki uap atau vapor chamber.

>>> Kejagung Tetapkan Andri Mulyono Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis

Penerapan vapor chamber diproyeksikan memberikan perlindungan lebih baik bagi komponen sensitif. Namun, langkah ini membutuhkan riset dan waktu pengembangan yang tidak sebentar.