SpaceX resmi memulai perdagangan sahamnya di bursa Nasdaq, New York City, pada Jumat, 12 Juni 2026.

Langkah ini dilakukan setelah perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk mencatatkan rekor penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah finansial.

>>> De Graafschap Resmi Rekrut Kembali Donny Warmerdam dari PSIM Yogyakarta

Manajemen menetapkan kode emiten SPCX dengan pembukaan perdagangan dijadwalkan pukul 09.50 waktu setempat.

CNBC melaporkan bahwa jam tersebut menjadi indikator munculnya harga pembukaan awal di papan bursa.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa perdagangan dapat dimulai lebih awal jika bankir memutuskan tidak mencocokkan sekitar 10 persen saham yang terjual sebelum pembukaan.

Sebagai perbandingan, IPO besar tahun lalu seperti CoreWeave membutuhkan waktu beberapa jam untuk mulai diperdagangkan.

SpaceX memfinalisasi harga IPO sebesar 135 dolar AS per saham, mengukuhkan valuasi perusahaan senilai 1,77 triliun dolar AS.

Angka tersebut menempatkan SpaceX sebagai perusahaan terbesar kedelapan berdasarkan valuasi, melampaui Saudi Aramco dan Tesla.

Permintaan investor ritel terhadap saham ini sangat masif menjelang pembukaan perdagangan.

Bloomberg melaporkan bahwa pesanan dari investor individu telah menembus angka lebih dari 100 miliar dolar AS.

Minat besar juga datang dari investor institusional papan atas global.

BlackRock dilaporkan telah mengajukan pesanan pembelian saham SpaceX senilai minimal 5 miliar dolar AS pada hari Kamis sebelum perdagangan resmi dimulai.

Tantangan Regulasi dan Kritik Tata Kelola

Proses go public ini sempat mendapat tantangan dari pihak regulator di Amerika Serikat.

Senator Elizabeth Warren mengirimkan surat setebal 12 halaman kepada Komisaris SEC Paul Atkins untuk meminta penundaan proses IPO.

Politisi tersebut menyoroti struktur tata kelola dan ukuran IPO SpaceX yang dinilai membutuhkan peninjauan mendalam.