Kenaikan Harga Pertamax Mendadak Picu Tekanan Psikologis Masyarakat
Kenaikan harga Pertamax yang signifikan dan mendadak dinilai dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat. Pemerintah pun diminta untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin muncul.
Peneliti Ekonomi Great Institute, Adrian Nalendra Perwira, menyatakan bahwa keputusan menaikkan harga Pertamax merupakan pilihan kebijakan yang tidak mudah.
>>> PB Akuatik Indonesia Turunkan 6 Perenang di AOWSC 2026 Bali
Namun, langkah ini semakin sulit dihindari setelah harga minyak bertahan jauh di atas asumsi APBN dan rupiah berada dalam tekanan.
Menurut Adrian, menahan harga Pertamax selama lebih dari tiga bulan di tengah ICP Mei yang mencapai US$ 106,56 per barel—jauh melampaui asumsi APBN sebesar US$ 70 per barel—serta rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS bukanlah kebijakan yang berkelanjutan.
"Biayanya berisiko berpindah ke neraca Pertamina, menekan arus kas badan usaha, atau pada akhirnya menciptakan tekanan tambahan terhadap postur fiskal," ujar Adrian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu memastikan kebijakan ini tidak berhenti sebagai penyesuaian harga semata.
Langkah lanjutan harus mencakup pengelolaan risiko terhadap inflasi, daya beli masyarakat, serta potensi migrasi konsumsi dari Pertamax ke Pertalite.
Kenaikan harga yang besar dan mendadak dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi konsumen, terutama kelompok pekerja perkotaan, pengguna sepeda motor, dan pelaku usaha kecil yang selama ini menggunakan Pertamax untuk aktivitas harian.
Adrian menjelaskan bahwa Pertamax bukan BBM subsidi dan bukan bahan bakar utama angkutan umum. Oleh karena itu, dampak langsung terhadap inflasi kemungkinan relatif terbatas.
"Namun, pemerintah tidak boleh berhenti melihat dampak langsungnya saja. Harga energi punya efek ekspektasi.
Ketika masyarakat melihat harga BBM naik tajam, persepsi bahwa biaya hidup akan semakin mahal bisa ikut terbentuk," kata dia.
Update Terbaru
Bocoran Nothing Ear 3a Muncul di Database Indonesia, Hadir dengan Warna Pink Baru
Sabtu / 13-06-2026, 02:12 WIB
Rodri Maafkan Tekel Keras Gavi di Latihan Timnas Spanyol
Sabtu / 13-06-2026, 02:12 WIB
Liam Millar Siap Perkuat Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 02:01 WIB
Jesse Marsch Beri Kabar Terbaru Cedera Alphonso Davies Jelang Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:56 WIB
Jesse Marsch Coret Alphonso Davies dari Laga Pembuka Kanada
Sabtu / 13-06-2026, 01:52 WIB
Kanada Hadapi Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia 2026 Tanpa Alphonso Davies
Sabtu / 13-06-2026, 01:48 WIB
Peugeot e-208 GTi Resmi Meluncur, Performa Listrik dengan Harga di Bawah €43.000
Sabtu / 13-06-2026, 01:45 WIB
Pegolf Thailand Juara Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:45 WIB
Edin Dzeko Pimpin Bosnia di Piala Dunia 2026, Usia 40 Tahun Jadi Inspirasi
Sabtu / 13-06-2026, 01:44 WIB
Tajon Buchanan Bersinar di Piala Dunia 2026, Kenang Masa Gemilang di Syracuse
Sabtu / 13-06-2026, 01:44 WIB
Perbandingan Xiaomi 17T vs Google Pixel 10a: Mana yang Lebih Unggul?
Sabtu / 13-06-2026, 01:36 WIB
Kanada Tolak Visa Thomas Partey, Ghana Kehilangan Gelandang di Laga Perdana Piala Dunia
Sabtu / 13-06-2026, 01:32 WIB
Kanada Hadapi Bosnia Tanpa Alphonso Davies di Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 01:32 WIB
Produk Baja Bernilai Tambah Berpotensi Pacu Ekspor Manufaktur Indonesia
Sabtu / 13-06-2026, 01:31 WIB






