Gangguan massal melanda layanan media sosial di bawah naungan Meta Platforms, termasuk Facebook, Messenger, dan Instagram, di berbagai belahan dunia pada Jumat (12/6).

Indonesia menjadi salah satu negara yang merasakan dampaknya.

>>> Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Perusahaan Tambang hingga Juni 2026

Masalah teknis berskala global ini menyebabkan jutaan pengguna keluar secara otomatis dari akun mereka. Selain itu, banyak pengguna juga kesulitan mengunggah konten baru.

Seorang pengguna Instagram di Jakarta, Ryan, mengaku mengalami logout paksa saat gangguan terjadi Jumat malam. "Di log out secara otomatis...

Saya dan beberapa kawan mengalami ini nih di IG," katanya kepada CNNIndonesia. com.

Keluhan serupa disampaikan Mutia, pengguna asal Bogor, Jawa Barat. Ia tidak bisa mengunggah konten dan membuka Story.

"Aku enggak bisa upload. Teman-temanku di grup juga pada enggak bisa upload sama buka story," ujarnya.

Dampak gangguan ini juga meluas hingga ke kawasan Eropa, khususnya Inggris. Media massa setempat melaporkan bahwa versi web WhatsApp, Instagram, dan Facebook mengalami gangguan di negara tersebut.

>>> Elon Musk Resmikan IPO SpaceX di Nasdaq, Pecahkan Rekor Global

Menurut laporan Independent, hanya situs web kedua aplikasi yang terganggu, sementara aplikasi WhatsApp dan Instagram berfungsi normal.

Namun, gangguan di Facebook lebih parah karena memengaruhi semua aplikasinya, termasuk Messenger dan versi web.

Semua aplikasi di bawah Meta diketahui saling berbagi layanan di balik layar. Gangguan pada satu produk umumnya memicu masalah pada produk lain.

Selain Indonesia dan Inggris, gangguan juga dilaporkan terjadi di Vietnam sekitar pukul 9 malam waktu setempat.

VietnamNet memberitakan bahwa pengguna tidak dapat mengakses layanan Meta baik di komputer maupun aplikasi seluler.

Platform seperti Facebook, Messenger, dan Instagram tidak menampilkan data apa pun. Media Vietnam itu menegaskan bahwa gangguan ini berskala internasional, tidak hanya lokal.

>>> Zlatan Ibrahimovic Tak Sabar Lihat Aksi Lamine Yamal di Piala Dunia 2026

Hingga berita ini diturunkan, Meta yang berbasis di Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan global tersebut.