PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk melalui divisi XLSmart for Business resmi meluncurkan ekosistem digital bernama Enterprise Smart Technology & Automation (ESTA) pada Jumat (12/6).

Ekosistem ini dirancang untuk mengatasi tantangan integrasi antara konektivitas dan kecerdasan buatan (AI) yang kerap dihadapi pelaku usaha.

>>> Pemerintah Jajaki Sistem Hukum Khusus untuk Pusat Keuangan Internasional

ESTA mengintegrasikan jaringan 5G, AI, otomasi, serta platform data dalam satu sistem terpadu guna membantu sektor industri mempercepat transformasi bisnis mereka.

Solusi Terintegrasi untuk Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Sistem ini menyatukan pengelolaan data, keamanan siber, dan operasional ke dalam satu arsitektur terintegrasi.

Dengan demikian, proses pengambilan keputusan perusahaan menjadi lebih cepat dan berbasis data.

Direktur dan Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada penggunaan perangkat atau layanan teknologi.

"Perusahaan membutuhkan fondasi yang kuat, mulai dari konektivitas andal, kemampuan mengelola data secara strategis, hingga pemanfaatan AI yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi bisnis.

>>> Pegadaian Gelar LEXIS 2026 Antisipasi Perubahan Hukum Pidana

ESTA hadir untuk mengintegrasikan seluruh kebutuhan tersebut," ujar Andrijanto.

ESTA menyediakan lima solusi utama yang saling terhubung melalui satu dasbor pusat kendali digital bernama Experience Operation Center.

Kelima solusi tersebut meliputi ESTA Prime, ESTA eco, ESTA connect 5G, ESTA vision, dan ESTA agent.

Layanan ESTA connect 5G berfokus pada konektivitas berkecepatan tinggi dengan latensi rendah untuk otomasi pabrik.

>>> Australia Tekuk Indonesia 1-0 di Semifinal Piala AFF U19

Saat ini, perluasan jaringan 5G nasional dari XLSmart telah menjangkau lebih dari 90 persen kawasan padat bisnis di Indonesia.