Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan ketidakpastian kelanjutan insentif kendaraan dari pemerintah mendorong konsumen bersikap wait and see.

Akibatnya, penjualan otomotif secara bulanan mengalami penurunan.

>>> Maybank Indonesia Gelar Road to Maybank Marathon 2026 di Enam Kota

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan penurunan month-to-month terjadi karena isu insentif yang belum jelas.

"Kalau secara month-to-month memang menurun, karena kita berhadapan dengan isu adanya insentif, tapi kan belum jelas ini insentifnya.

Karena saat dengan insentif orang akan nunda pembelian," ujarnya.

Kondisi ini diperparah oleh tekanan eksternal berupa fluktuasi makroekonomi, terutama pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Masyarakat cenderung mengamankan dana daripada membelanjakannya untuk aset konsumtif seperti kendaraan.

Data Gaikindo mencatat penjualan wholesales Mei 2026 sebesar 69.219 unit, turun 14,3 persen dibanding April yang mencapai 80.779 unit.

Penjualan ritel juga terkoreksi dari 75.736 unit menjadi 71.890 unit akibat banyaknya hari libur nasional.

Kukuh memproyeksikan pasar Juni akan lebih berat karena Agen Pemegang Merek (APM) mulai menaikkan harga jual.

"Untuk Juni, APM akan mulai menaikan harga, probabilitasnya [penjualan] lebih cenderung turun ketimbang naik di bulan ini," tambahnya.

>>> Gary Neville Dukung Aturan Baru FIFA Batasi Waktu Bola Mati

Meski secara bulanan melemah, penjualan Mei 2026 secara tahunan (yoy) tumbuh 14 persen dari 60.697 unit pada periode sama tahun lalu.

Penjualan ritel tahunan juga naik 16,8 persen yoy dari 61.546 unit.

Menanggapi situasi, Kementerian Perindustrian telah merumuskan skema stimulus fiskal 2026 berbasis segmentasi teknologi, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), dan reduksi emisi.

Usulan stimulus PPnBM dan PPN DTP telah diajukan ke Kementerian Keuangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, "Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif. Insentif sebagai sebuah stimulus."

Pemerintah berencana mengalokasikan kuota 100 ribu unit untuk mobil listrik dan 100 ribu unit untuk motor listrik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut insentif motor listrik sebesar Rp5 juta per unit, namun besaran untuk mobil listrik belum dirinci.

>>> Cedera Kaki Parah, Ferland Mendy Pertimbangkan Pensiun Dini

Regulasi tertulis hingga kini belum diterbitkan, dan pelaku industri menunggu kepastian hukum untuk pergerakan pasar.