AS Kehabisan Amunisi? Trump Bantah dan Sindir Kebijakan Biden

Presiden Donald Trump membantah Amerika Serikat mengalami krisis amunisi akibat perang dengan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.
Trump justru menyalahkan mantan presiden Joe Biden yang dianggap terlalu banyak mengirim bantuan senjata ke Ukraina.
>>> Rare Beauty Masuk Israel Lewat Impor Paralel, Selena Gomez Diboikot
"Biden memberikan banyak bantuan ke Ukraina, jadi kami sedang membangunnya kembali. Tapi, kami punya banyak," kata Trump pada Senin (27/7), dikutip Anadolu Agency.
"Kami juga punya banyak di tingkat menengah. Maksud saya, lebih dari yang bisa kami gunakan," imbuh dia.
Trump mengatakan sebetulnya ingin stok senjata lebih banyak, tetapi Biden mengirim ke Ukraina terlalu banyak.
Dia lantas menekankan AS tengah membangun persediaan senjata "dengan sangat cepat."
>>> Ade Rai: Protein Adalah 'Obat' untuk Hidup Sehat dan Panjang Umur
Pernyataan Trump muncul usai pakar menyebut AS bisa kekurangan amunisi jika perang dengan Iran terus berlanjut.
Peneliti senior di bidang studi pertahanan dan kebijakan luar negeri Cato Institute Katherine Thompson mengatakan potensi perang panjang AS dengan Iran akan terhambat karena stok rudal jarak jauh dan amunisi pertahanan udara menipis.
"Waktu adalah faktor utama di sini.
>>> Microsoft Luncurkan Project Perception dengan Agen AI Keamanan dan Model MAI-Cyber-1-Flash
Jika ini berlanjut selama berminggu-minggu dan kemudian kita mencapai gencatan senjata, semuanya baik-baik saja," kata Thompson, dikutip New York Post, Senin (20/7).
Dia lalu berujar, "Tapi saya rasa persediaan amunisi kita tak akan dalam kondisi baik jika ini berlanjut satu atau dua tahun lagi."
AS, lanjut Thompson, juga menghadapi tantangan logistik untuk melindungi sekitar 50.000 pasukan mereka di Timur Tengah.
AS dan sekutunya Israel berperang dengan Iran sejak akhir Februari. Pada April, AS-Iran sepakat gencatan senjata dan diperpanjang tanpa batas waktu.
>>> 5 Tempat Beli Sepatu Salomon Ori di Indonesia, dari Toko Fisik hingga Marketplace
Kemudian pada Juni, AS-Iran meneken nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran dan tidak memulai serangan. Namun, pada pertengahan Juli, Trump meminta militer kembali menggempur Iran.
Update Terbaru
Jababeca Ecoweek 2026: 35.000 Bibit Mangrove Ditanam, Total Capai 100.000 Pohon
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
Ekspansi Path of Exile 1: Curse of the Allflame Resmi Rilis, Ajak Pemain Berlayar ke Laut Dalam
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
Skor Aksesibilitas Perbankan Hanya 57,76%, Riset MRI Soroti Rendahnya Empati Petugas
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
6 Game Perang PS3 Terbaik: Strategi, Aksi, dan Stealth yang Wajib Dimainkan
Selasa / 28-07-2026, 18:14 WIB
Kokushibo: Upper Rank One Demon Slayer dengan Moon Breathing dan Kelemahan Psikologis
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
Samsung Siap Tingkatkan Baterai Galaxy S27 Ultra Setelah Enam Tahun
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
Jonathan Ezekiel Sumbang Emas untuk Indonesia di Olimpiade Biologi Internasional 2026
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
PKB Run 2026: Gus Muhaimin Ingin Tradisi Lari Meluas ke Daerah
Selasa / 28-07-2026, 18:07 WIB
John Herdman Ungkap Alasan Pantau Timnas Indonesia dari Tribun, Tiru Gaya Luis Enrique
Selasa / 28-07-2026, 18:00 WIB
Dony Tri Pamungkas Tampil Konsisten, John Herdman Beri Pujian Tinggi
Selasa / 28-07-2026, 18:00 WIB
Kekalahan Beruntun di Piala AFF 2026, Pemain Naturalisasi Kamboja Dikritik Fans
Selasa / 28-07-2026, 18:00 WIB
John Herdman Soroti Celah Timnas Indonesia Usai Hajar Kamboja 5-1
Selasa / 28-07-2026, 18:00 WIB
TOP 50 Program TV dengan Rating Terbaik Hari ini 29 Juli 2026 ada Sebening Cinta Resmi Tamat
Selasa / 28-07-2026, 18:00 WIB
Bursa Transfer Jadi Penentu Nasib Justin Hubner di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 17:56 WIB







