Mengapa Masakan Ibu Tak Pernah Tergantikan di Rantau?
Sepiring lauk yang tampak sempurna di etalase warung makan tak pernah benar-benar mampu menggantikan rasa masakan Ibu. Apakah yang dirindukan sesungguhnya adalah bumbunya, atau kehangatan yang menyertainya?
Di balik etalase kaca sebuah warung makan di sudut gang perantauan, aneka lauk tersaji di bawah cahaya lampu kuning yang temaram.
>>> UGM Terima 4.480 Mahasiswa Baru Lewat Jalur Mandiri UM CBT 2026
Ada sayur lodeh dengan potongan nangka muda yang empuk, sambal goreng kentang yang merah menggoda, hingga ayam goreng lengkuas yang aromanya menguar hangat.
Menjelang waktu berbuka, tempat seperti ini menjadi titik temu bagi banyak jiwa yang lelah—para perantau yang menggenggam bungkusan plastik berisi nasi hangat.
Mereka berharap menemukan sedikit penghiburan setelah seharian menahan lapar.
Saya adalah salah satunya. Berdiri menatap deretan menu yang begitu akrab di lidah, tetapi entah mengapa terasa asing di hati.
Saya memesan menu yang hampir serupa dengan yang biasa tersaji di rumah: sayur lodeh dan sedikit sambal terasi.
Namun ketika bungkusan itu dibuka di kamar kos yang sunyi, dan suapan pertama masuk ke mulut, ada kenyataan yang lebih dulu terasa pahit daripada makanan itu sendiri.
Bahwa sejauh apa pun saya mencari, rasa masakan Ibu adalah sesuatu yang tak pernah bisa sepenuhnya ditiru. Kegagalan menemukan “rasa rumah” di perantauan bukan sekadar soal bumbu.
Sentuhan Tangan yang Tak Kasatmata
Secara teknis, mungkin santan di warteg lebih kental, cabainya lebih berani, atau rempahnya lebih lengkap.
Tetapi ada satu unsur yang tak kasatmata: sentuhan tangan yang memasak dengan doa dan perhatian.
Ibu memasak sambil membayangkan siapa yang akan menyantapnya. Ada kehangatan yang seolah merambat dari jemarinya ke dalam uap sayur yang mendidih.
Update Terbaru
Bukti Baru Ungkap Nolan Wells Masih Berada di Horn Island Saat Perahu Rekannya Berangkat
Selasa / 28-07-2026, 03:14 WIB
Kasus D4vd: Pesan Teks Ungkap Ancaman Pembunuhan dari Celeste Rivas
Selasa / 28-07-2026, 03:14 WIB
BanG Dream! YUME∞MITA Episode 6 Bawa Alur Cerita ke Arah Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 03:07 WIB
Biaya Sewa Tesla Model 3 Termurah Naik 12 Persen di Amerika Serikat
Selasa / 28-07-2026, 03:07 WIB
Catatan Ekspor Mobil Toyota Semester I 2026 Tembus 145 Ribu Unit
Selasa / 28-07-2026, 03:02 WIB
Fakta Penemuan Jenazah Sutrimo di Klinik Terbengkalai Kawasan Jaksel
Selasa / 28-07-2026, 03:01 WIB
Piala AFF 2026: Strategi Sempurna Bawa Indonesia Bekuk Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 03:01 WIB
Desakan Projustisia Kudatuli: Komnas HAM Diminta Tuntaskan Kasus
Selasa / 28-07-2026, 02:56 WIB
Koalisi Sipil Desak Pengusutan Transparan Kematian Sutrimo Lewat LPSK
Selasa / 28-07-2026, 02:56 WIB
Mitchell Baker Si Tower Garuda Tampil Mematikan di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 02:56 WIB
John Herdman Tiru Enrique Pantau Pemain Timnas Indonesia dari Tribun
Selasa / 28-07-2026, 02:49 WIB
Pembaruan Besar Perumahan Final Fantasy 14 Dipersiapkan Square Enix
Selasa / 28-07-2026, 02:49 WIB
Arc System Works Minta Maaf Atas Masalah Teknis Marvel Tōkon: Fighting Souls di PC
Selasa / 28-07-2026, 02:42 WIB
Naoki Yoshida Sebut Remake Final Fantasy Masa Depan Bisa Butuh Lima Seri
Selasa / 28-07-2026, 02:42 WIB







