Dua studi terbaru memberikan wawasan baru tentang kesehatan otak dan pemulihan cedera kepala pada anak-anak. Temuan ini menantang panduan medis yang selama ini berlaku.

Studi pertama mengungkap bahwa penggunaan rutin suplemen glucosamine, yang populer sebagai obat nyeri sendi, dapat meningkatkan risiko demensia.

>>> Prospect Institute Dorong Ekosistem Keberlanjutan di Invirotech Expo 2026

Analisis besar-besaran terhadap catatan medis hampir 60.000 pasien antara 2012 hingga 2024 menemukan bahwa penggunaan glucosamine secara rutin dikaitkan dengan peningkatan 25% kemungkinan peralihan dari gangguan kognitif ringan ke demensia.

Pada pasien yang sudah menderita demensia, glucosamine juga dikaitkan dengan peningkatan 25% risiko kematian selama masa penelitian.

Para peneliti menjelaskan bahwa pada pasien dengan gangguan kognitif ringan saja, efek ini tidak terlihat, menunjukkan dampak glucosamine lebih besar pada pasien dengan demensia yang sudah ada.

Eksperimen pada hewan menunjukkan bahwa glucosamine memperburuk proses hiperglikosilasi di otak, yaitu penempelan molekul gula abnormal pada protein otak yang mengganggu fungsi neurologis.

"Data rekam medis elektronik ini sangat provokatif," kata Matt Gentry dari University of Florida, salah satu penulis studi.

"Meskipun ini hanyalah asosiasi, bukan bukti sebab-akibat, temuan ini membuka pertanyaan klinis penting yang perlu perhatian lebih." Studi ini telah diterbitkan di jurnal Nature Metabolism.

>>> Kembali ke Penilaian Lisan untuk Kejujuran dan Otentisitas Fondasi Belajar

Waktu Layar Terbatas Bantu Pemulihan Gegar Otak Anak

Sementara itu, penelitian lain justru menemukan kabar baik terkait pemulihan anak-anak dari gegar otak.

Studi yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa waktu layar yang moderat dapat membantu beberapa anak pulih lebih cepat.