Pemerintah Targetkan Prastudi Kelayakan 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli 2026
Pemerintah Indonesia menargetkan penyelesaian prastudi kelayakan untuk 13 proyek hilirisasi baru pada akhir Juli 2026.
Total investasi dari belasan proyek tersebut mencapai Rp 239 triliun.
>>> Israel Protes Timnas Iran Pakai Pin 168 di Piala Dunia 2026
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah melakukan finalisasi terhadap pra-FS dari seluruh proyek baru tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat hilirisasi dan ketahanan energi nasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengonfirmasi bahwa proses finalisasi berjalan intensif di internal kementerian.
"Paling yang di kami sekarang finalisasi yang 13 proyek itu, pra-FS-nya. Nah, itu kan harus segera kita rampungkan.
(target) Juli," ujar Ahmad Erani.
Salah satu fokus dari proyek tahap kedua ini mencakup pembangunan infrastruktur kabel bawah laut.
Setelah dokumen kajian awal selesai dievaluasi, Kementerian ESDM akan meneruskan seluruh berkas kepada Danantara.
>>> 5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA 2026 yang Banyak Digunakan
Penyerahan ini bertujuan agar badan tersebut dapat segera melakukan tindak lanjut pelaksanaan investasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memaparkan perkembangan 13 proyek hilirisasi tahap kedua ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Selain proyek baru, Bahlil juga melaporkan perkembangan 20 proyek hilirisasi tahap pertama yang sebagian besar telah memulai groundbreaking.
"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ujar Bahlil.
Presiden juga memberikan instruksi khusus untuk memperkuat swasembada energi domestik.
Pemerintah diarahkan mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar nabati guna menekan volume impor energi.
>>> Rupiah Menguat ke Rp17.930 per Dolar AS pada Jumat Pagi
"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO," terang Bahlil.
Update Terbaru
Azealia Banks Ajukan Perintah Penahanan Terhadap Mantan Manajer
Selasa / 28-07-2026, 09:16 WIB
Mitchell Baker Cetak Sejarah Hattrick di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 09:15 WIB
Monster Hunter Outlanders Buka Pra-Registrasi untuk Android dan iOS
Selasa / 28-07-2026, 09:15 WIB
Toyota Probox Dikabarkan Siap Rilis Generasi Baru, Harga Murah Berubah?
Selasa / 28-07-2026, 09:14 WIB
Mercedes Hadirkan Marco Polo Pembaruan Atap dan Ruang Lebih Lega
Selasa / 28-07-2026, 09:08 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Diperiksa Propam Terkait Kasus Etomidate, Kapolres Pastikan Hanya Jadi Saksi
Selasa / 28-07-2026, 09:08 WIB
Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Pakai Pesawat Komersial
Selasa / 28-07-2026, 09:07 WIB
Netanyahu Hadapi Tantangan Berat Jelang Pemilu Israel Oktober
Selasa / 28-07-2026, 09:07 WIB
Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI untuk Fasilitas Medis Nasional
Selasa / 28-07-2026, 09:00 WIB
Polda Jabar Minta Maaf Usai Alphard Pelat Palsu Terobos Lampu Merah HI
Selasa / 28-07-2026, 08:57 WIB
Batasi Beban Kerja 40 Jam, IDI Evaluasi Program Dokter Magang
Selasa / 28-07-2026, 08:57 WIB
Hasil Washington Open: Janice Tjen Lolos ke Babak 16 Besar
Selasa / 28-07-2026, 08:56 WIB
Alasan Trump Ngotot Jual Jet F-35 ke Turki Walau Diprotes Israel
Selasa / 28-07-2026, 08:51 WIB
Fakta Sejarah Singkatan Nama Depok Warisan Cornelis Chastelein
Selasa / 28-07-2026, 08:43 WIB







