Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat tengah menyelidiki peneliti keamanan siber Chris Roberts. Ia diduga berhasil meretas sistem pesawat komersial dan mengubah arah terbang dari kursi penumpang.

Insiden ini terungkap setelah Roberts mengunggah candaan di media sosial X mengenai peretasan sistem saat dalam penerbangan United Airlines rute Denver-Chicago.

>>> Saham MDIY Makin Menarik Usai Sepakati Pembagian Dividen Perdana

FBI kemudian bergerak berdasarkan laporan tersebut.

Menurut dokumen FBI yang dilansir Bloomberg Technoz, Roberts mengaku mengakses sistem internal pesawat melalui koneksi ke Seat Electronic Box (SEB) di bawah kursi kabin.

Ia mengirim perintah ke Thrust Management Computer menggunakan ID dan kata sandi bawaan pabrik.

Agen Khusus FBI Mark Hurley dalam affidavit penyelidikan menyatakan bahwa Roberts mampu mengaktifkan mode menanjak pada salah satu mesin jet.

Hal ini menyebabkan perubahan arah terbang lateral atau menyamping.

Setelah pesawat mendarat, penyidik menemukan SEB di bawah kursi Roberts dalam kondisi terbuka dan rusak.

>>> Lo Kheng Hong Masih Genggam Saham Jumbo BNGA Jelang Akhir Semester I 2026

Roberts kemudian ditahan di New York, dan laptop serta hard disk miliknya disita petugas.

Dalam penyelidikan, Roberts mengaku telah mengakses sistem pesawat Boeing 737, Boeing 757, dan Airbus A320 sebanyak 15 hingga 20 kali.

Namun, maskapai, produsen pesawat, dan pakar penerbangan menyatakan tidak ada bukti kredibel bahwa sistem kendali penerbangan bisa ditembus melalui sistem hiburan penumpang.

Roberts memberikan klarifikasi bahwa dokumen FBI tidak memuat seluruh detail diskusi teknis yang ia lakukan dengan penyidik.

"Affidavit itu secara keliru merangkum lima tahun pembahasan hanya menjadi satu paragraf," ujarnya.

>>> Jadwal Piala Dunia 14 Juni 2026: Brasil vs Maroko di Grup C

Hingga saat ini, belum ada bukti publik yang menunjukkan seorang penumpang mampu mengambil alih kendali pesawat komersial secara penuh saat mengudara.