Pemerintah dan DPR Sepakati Kerangka Ekonomi Makro Fiskal 2027
Pemerintah dan DPR RI resmi menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat kerja pada Kamis, 11 Juni 2026.
Hasil kesepakatan tersebut akan menjadi dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
>>> Timnas Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Batas bawah penerimaan negara naik 0,19 persen menjadi 12,01 persen terhadap PDB, sementara batas atas tetap 12,40 persen.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menjelaskan bahwa KEM PPKF masih memberikan rentang angka hingga laporan semester disusun.
"Baru kami menemukan parameter tunggalnya," ujarnya.
Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM PPKF
Sebelum kesepakatan akhir, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato KEM PPKF 2027 dalam Rapat Paripurna DPR pada 20 Mei 2026.
Ini merupakan pertama kalinya presiden hadir langsung, biasanya diwakili Menteri Keuangan.
"Bertepatan dengan Hari Kebangkitan, saya sengaja minta waktu untuk menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal negara," kata Prabowo.
Ia menekankan kondisi geopolitik global menuntut kehadiran presiden.
>>> DLC Resident Evil Requiem Kabarnya Rilis Setelah Resident Evil Veronica Remake
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
Defisit APBN disepakati di rentang 1,80-2,40 persen terhadap PDB, dengan target penurunan kemiskinan menjadi 6-6,5 persen.
Seluruh fraksi DPR menyampaikan pandangan, termasuk Fraksi PDI Perjuangan. Anggota Komisi XI DPR Harris Turino menekankan perlunya sinergi moneter dan prioritas anggaran pendidikan minimal 20 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi nasional solid.
Ia memaparkan pertumbuhan kuartal I-2026 yang kuat dan cadangan devisa melimpah dalam rapat paripurna pada 9 Juni 2026.
Pemerintah telah menyiapkan sembilan langkah strategis dan delapan klaster program prioritas. Purbaya menyatakan kesiapan menerima hasil rumusan Panja.
>>> Korea Selatan Kalahkan Ceko 2-1 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
"Kami bisa menerima dan setuju dengan apa yang disampaikan," jelasnya.
Update Terbaru
Sponsor Piala Presiden 2026 Capai Rp60 Miliar, Ara Yakin Bertambah
Senin / 27-07-2026, 19:56 WIB
Polri Beri Jaminan: Semua Anggota Terlibat Narkoba Akan Diproses
Senin / 27-07-2026, 19:49 WIB
KPK Pastikan Perlakuan Sama untuk Febrie Adriansyah di Rutan
Senin / 27-07-2026, 19:49 WIB
Dugaan Pelecehan, Kredivo Hentikan Tugas Debt Collector di Purworejo
Senin / 27-07-2026, 19:49 WIB
Megawati Ungkap Sejarah Kelam Kudatuli saat Resmikan Monumen
Senin / 27-07-2026, 19:49 WIB
5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kucing Semakin Sayang Pemiliknya
Senin / 27-07-2026, 19:42 WIB
Tanpa Justin Hubner, Siapa Bek Kiri Andalan Timnas Indonesia Vs Kamboja?
Senin / 27-07-2026, 19:42 WIB
Aktor Link di Film Zelda Akui Tak Bisa Main Breath of the Wild Saat Rilis karena Masih Kecil
Senin / 27-07-2026, 19:42 WIB
Eks Eksekutif Netflix Gugat Perusahaan Usai Dipecat karena Ungkap Terapi Ketamin
Senin / 27-07-2026, 19:42 WIB
Zenless Zone Zero Gandeng Banolim Pizza, Hadirkan Menu Spesial dan Koleksi Eksklusif
Senin / 27-07-2026, 19:35 WIB
Nintendo Maintenance Juli 2026: Daftar Game yang Terkena Dampak
Senin / 27-07-2026, 19:35 WIB
Gen Z Beralih ke Karier Portofolio Berkat AI dan Kerja Hybrid
Senin / 27-07-2026, 19:35 WIB
LHS 1140b: Planet Mirip Bumi dengan Atmosfer Terkonfirmasi, Target Baru Astrobiologi
Senin / 27-07-2026, 19:35 WIB
Samsung Galaxy Z Fold8 Bobot 201 Gram, Harga Mulai Rp28,4 Juta
Senin / 27-07-2026, 19:28 WIB







