Perusahaan antariksa SpaceX mencatatkan sejarah baru di pasar modal global.

Mereka berhasil menghimpun dana segar sebesar 75 miliar dollar AS melalui penawaran saham perdana (IPO) pada Jumat, 12 Juni 2026.

>>> Umat Islam Bersiap Amalkan Puasa Muharram 1448 Hijriah

SpaceX melepas sebanyak 555,5 juta lembar saham dengan harga penawaran 135 dollar AS per saham. Jumlah tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Saudi Aramco pada 2019.

Saham SpaceX mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq dengan kode saham "SPCX". Permintaan dari investor dilaporkan melonjak hingga empat kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan.

Untuk mengantisipasi antusiasme tersebut, SpaceX memberikan opsi kepada penjamin emisi untuk melepas tambahan sekitar 83 juta saham dalam 30 hari ke depan.

Jika opsi ini dieksekusi, SpaceX berpotensi mengantongi tambahan dana 11 miliar dollar AS.

>>> IHSG Menguat ke Level 5.900 pada Pembukaan Perdagangan

Pasca-IPO, valuasi SpaceX melonjak hingga 1,77 triliun dollar AS.

Perusahaan yang berbasis di Starbase, Texas ini kini masuk dalam tujuh perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat, bersama Nvidia, Alphabet, Apple, Microsoft, dan Amazon.

Meski statusnya berubah menjadi perusahaan terbuka, Elon Musk tetap memegang kendali penuh. Ia menguasai sekitar 82 persen hak suara melalui kombinasi saham kelas A dan kelas B.

Kenaikan nilai saham juga dinikmati pemegang saham lama seperti Luke Nosek, Antonio Gracias, dan Gwynne Shotwell.

>>> Memaknai Kemuliaan Muharam dengan Hijrah Spiritual dan Amalan Nyata

Pendapatan utama SpaceX saat ini ditopang oleh layanan internet satelit Starlink yang menjangkau jutaan pelanggan di 164 negara, serta proyek roket Starship dan merger dengan xAI.