Arab Saudi memasuki babak baru dalam pengembangan wisata alam dan konservasi dengan meluncurkan berbagai destinasi pengamatan satwa liar dan safari alam.

Destinasi yang tersebar di wilayah Kerajaan ini bertujuan mengenalkan kekayaan hayati sekaligus memperkuat pelestarian lingkungan.

>>> IHSG 11 Juni 2026 Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.886

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keindahan alam kepada pelancong global dan berjalan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dalam Visi 2030.

Potensi Alam dan Keanekaragaman Hayati

Kepala National Center for Wildlife, Mohammad Qurban, menjelaskan bahwa Arab Saudi menyimpan potensi alam yang melimpah.

Ribuan spesies flora dan fauna hidup menyebar di berbagai tipe ekosistem lokal, mulai dari pesisir, pulau, pegunungan, lembah hingga gurun.

“Kerajaan diberkahi kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, yang mencakup lebih dari 65 ekosistem dan lebih dari 12.000 spesies makhluk hidup,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (10/6/2026).

Keberhasilan agenda konservasi ini salah satunya diukur dari intensitas pengembalian hewan ke habitat aslinya.

Pemerintah setempat berfokus memastikan satwa-satwa tersebut dapat berkembang biak secara alami di kawasan yang aman.

Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat ada lebih dari 10.000 satwa liar yang dipindahkan ke berbagai zona hijau penangkaran.

“Selama periode ini, kami telah melepas lebih dari 10.000 satwa liar ke habitat alaminya,” katanya.

Pemerintah juga memperluas wilayah proteksi, baik di sektor darat maupun wilayah perairan.

Kebijakan ini diambil demi mengejar target nasional untuk melindungi 30 persen area daratan dan laut pada 2030.

Aktivitas Safari dan Aturan Kunjungan Ketat

Wisatawan kini dapat menikmati sensasi petualangan safari, pemantauan fauna, hingga aktivitas mengamati burung di zona konservasi.