Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.

Pada Kamis (11/6/2026), IHSG ditutup melemah 0,28% ke level 5.886,03 akibat aksi profit taking setelah reli dua hari beruntun.

>>> ECB Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 2,25 Persen

Sentimen pasar dibayangi pelemahan rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar AS, kontraksi penjualan ritel sebesar 3,7% year-on-year, serta proyeksi defisit fiskal Indonesia yang tetap tinggi di kisaran 2,8% PDB menurut Bank Dunia.

Di sisi lain, katalis positif seperti pembagian dividen, buyback emiten besar, dan efisiensi anggaran MBG belum mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

Proyeksi Teknikal dan Rekomendasi Saham

BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya, Jumat (12/6/2026), menyebutkan secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support di 5.728–5.653 dan resistance di 5.960–6.000.

>>> AS dan Iran Negosiasikan Kesepakatan Damai di Tengah Eskalasi Militer

Fokus pasar hari ini akan tertuju pada gelombang demonstrasi terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar dan isu ekonomi nasional, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor terhadap aset domestik di tengah tekanan nilai tukar.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Kamis ditutup menguat.

Dow Jones Industrial Average naik 1,86% ke 50.848,7, S&P 500 menguat 1,75% ke 7.394,3, dan Nasdaq Composite naik 2,54% menjadi 25.809,6.

>>> Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas di Bundaran HI Imbas Demo BEM UI

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham DSSA, MBMA, dan BBNI untuk trading pada Jumat (12/6/2026).