Ia memproyeksikan kenaikan harga energi akan terus mendongkrak inflasi sepanjang musim panas hingga melampaui target sampai paruh pertama 2027.

Lagarde menegaskan bahwa bukan berarti pertumbuhan ekonomi tidak ada atau berada di bawah ancaman serius.

ECB dalam pernyataan resminya menyebut prospek ekonomi ke depan masih diliputi ketidakpastian, dengan risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan pertumbuhan.

Otoritas moneter tersebut menekankan bahwa dampak jangka menengah terhadap pertumbuhan akan bergantung pada intensitas dan skala efek turunan guncangan harga energi.

>>> IPO Raksasa Teknologi Berpotensi Sedot Likuiditas Pasar Kripto

Berbeda dengan ECB dan Bank of Japan yang mengambil langkah pengetatan, Federal Reserve AS, Bank of England, dan Bank of Canada memilih mempertahankan suku bunga acuan mereka.