Matahari Buatan China EAST Tembus Batas Plasma Greenwald demi Energi Bersih
Impian memproduksi sumber energi bersih tanpa batas di Bumi semakin mendekati kenyataan.
Reaktor fusi milik China, Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), berhasil mencapai terobosan penting yang selama puluhan tahun dinilai mustahil.
>>> Harga CPO Bursa Malaysia 11 Juni 2026 Menguat Dua Hari Beruntun
Perangkat yang dijuluki matahari buatan ini sukses mengoperasikan plasma pada tingkat kepadatan yang melewati batas Greenwald.
Ambang batas tersebut selama ini menjadi patokan aman dalam pengoperasian reaktor fusi di dunia.
Melalui eksperimen teranyar, plasma bahkan mampu dipertahankan pada kisaran 1,3 hingga 1,65 kali di atas batas tersebut.
Kondisi operasional reaktor juga dilaporkan tetap berada dalam keadaan stabil dan terkendali.
Reaktor tokamak mengurung plasma bersuhu sangat tinggi memanfaatkan medan magnet berbentuk cincin.
Dalam kondisi ini, inti atom saling bertabrakan dan menyatu hingga menghasilkan energi fusi seperti proses di Matahari.
Kenaikan kepadatan plasma akan meningkatkan frekuensi tumbukan sehingga energi yang diproduksi menjadi semakin besar. Energi fusi sendiri diketahui meningkat sebanding dengan kuadrat kepadatan plasma.
Namun, batas Greenwald kerap menjadi penghalang utama selama bertahun-tahun.
Ketika kepadatan plasma mendekati atau melewati ambang tersebut, plasma berisiko kehilangan stabilitas, pecah, dan keluar dari kurungan medan magnet.
Fenomena kegagalan tersebut bisa melepaskan energi besar ke dinding reaktor. Dampak buruknya dapat mengganggu seluruh operasi perangkat fusi.
Teknik Khusus Menjaga Stabilitas Reaktor
Keberhasilan EAST melampaui ambang batas membuka jalur menuju kondisi fusion ignition.
Kondisi ini merupakan fase saat reaksi fusi mampu mempertahankan dirinya sendiri secara mandiri tanpa suntikan energi dari luar.
>>> Studi Ungkap Alasan Alkohol Picu Keinginan Ngemil Makanan Gurih
Update Terbaru
Menteri ESDM Bantah Kelangkaan Batu Bara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa
Jumat / 12-06-2026, 07:32 WIB
Astra Kuasai 51 Persen Pasar Mobil Nasional Hingga Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:32 WIB
Polri dan TNI Kerahkan 4.151 Personel Kawal Demo BEM UI
Jumat / 12-06-2026, 07:28 WIB
Astra Kuasai 51% Pasar Mobil Nasional Hingga Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:27 WIB
Antonio Gracias Kantongi Saham SpaceX Senilai Rp 1.000 Triliun
Jumat / 12-06-2026, 07:27 WIB
Kebun Raya Cibodas Terapkan Tarif Tiket Masuk Berdasarkan PP Baru
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
PT Pakuwon Jati Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp626 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
Sean Gelael dan Team WRT 32 Tampil Menjanjikan Jelang 24 Hours of Le Mans
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
Umat Islam Dianjurkan Amalkan Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan
Jumat / 12-06-2026, 07:25 WIB
Polisi Imbau Pengendara Hindari Bundaran HI Imbas Demo BEM UI
Jumat / 12-06-2026, 07:24 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Jadi 2,5 Persen
Jumat / 12-06-2026, 07:24 WIB
Gwyneth Paltrow Dikritik Usai Bintangi Iklan Properti Mewah di Israel
Jumat / 12-06-2026, 07:21 WIB
Parkir di Tempat Teduh Jaga Performa Baterai Motor Listrik
Jumat / 12-06-2026, 07:21 WIB
11 Pesepak Bola dengan Pendapatan Tertinggi di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 07:21 WIB






