Kebiasaan mengonsumsi camilan asin setelah minum alkohol ternyata memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sebuah riset dalam jurnal Obesity Reviews mengungkapkan bahwa alkohol memengaruhi hormon yang mengatur preferensi makanan.

Peneliti dari University of Sydney menjelaskan bahwa alkohol kemungkinan besar memicu lonjakan kadar hormon FGF21.

>>> Michael Carrick Rombak Lini Tengah Manchester United, Mainoo Jadi Andalan

Hormon ini berperan dalam meningkatkan selera terhadap rasa gurih atau umami, sekaligus menekan keinginan untuk menyantap makanan manis.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim menganalisis berbagai studi terdahulu, termasuk data survei yang melibatkan lebih dari 9.000 orang dewasa di Australia.

Data menunjukkan bahwa responden yang minum alkohol cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan gurih dan mengurangi makanan manis dibandingkan non-peminum.

Kecenderungan ini juga tercatat meningkat signifikan pada hari-hari ketika responden mengonsumsi alkohol.

Selain itu, kelompok yang memadukan alkohol dengan pola makan tinggi produk ultra-proses, rendah protein, dan tinggi lemak mengalami lonjakan asupan kalori hingga 40% di atas rekomendasi harian.

Total kalori yang melonjak drastis tersebut belum termasuk kalori dari minuman beralkohol itu sendiri.

Menurut tim ahli, temuan ini menjelaskan mengapa hasil studi sebelumnya tentang hubungan alkohol dan kenaikan berat badan sering berbeda-beda.

Variasi hasil tersebut terjadi karena dampak alkohol terhadap total kalori harian sangat dipengaruhi oleh jenis makanan pendamping yang dikonsumsi.

>>> Sony Pictures Garap 24 Jump Street, Jonah Hill dan Channing Tatum Kembali Berduet

Namun, peneliti mencatat bahwa riset ini tidak mengukur kadar hormon FGF21 secara langsung pada partisipan.

Kesimpulan yang dipublikasikan saat ini masih berupa dugaan kuat berdasarkan kompilasi data penelitian terdahulu dan survei populasi skala besar.