Manajer Manchester United Michael Carrick merancang perombakan taktis lini tengah untuk mengoptimalkan potensi menyerang Kobbie Mainoo menjelang kompetisi musim depan.

Langkah ini diambil setelah Carrick resmi menandatangani kontrak permanen berdurasi dua tahun pada Mei 2026.

>>> Sony Pictures Garap 24 Jump Street, Jonah Hill dan Channing Tatum Kembali Berduet

Sejak mengambil alih posisi kepelatihan interim dari Ruben Amorim pada Januari 2026, Carrick sukses membalikkan nasib Setan Merah.

Ia memenangkan 11 dari 16 pertandingan, mengamankan tiket Liga Champions, dan membawa Mainoo menembus skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 asuhan Thomas Tuchel.

Namun, performa Mainoo saat tidak menguasai bola memicu keraguan dari rekan setimnya di tim nasional.

Gelandang Arsenal Declan Rice dilaporkan skeptis terhadap produktivitas bertahan pemain berusia 21 tahun tersebut dalam mengamankan posisi starter di Piala Dunia.

Guna mengatasi kelemahan pertahanan sekaligus mendorong Mainoo lebih aktif menyerang, Manchester United menyepakati transfer gelandang bertahan Atalanta, Ederson, senilai 38 juta poundsterling.

Manajemen klub juga mengikat Mainoo dengan kontrak baru berdurasi lima tahun, sementara Casemiro dipastikan hengkang pada bulan ini seiring habisnya masa kontrak.

Dukungan Legenda untuk Carrick

Rencana restrukturisasi Carrick mendapat dukungan penuh dari legenda Manchester United Teddy Sheringham.

Sheringham menepis kekhawatiran publik bahwa penunjukan permanen ini akan mengulangi penurunan performa layaknya era Ole Gunnar Solskjaer pada 2021 silam.

"Apa pendapat saya tentang Manchester United yang memberikan pekerjaan ini kepada Michael Carrick? Saya menyukainya.

Dia telah melalui periode di mana dia mengubah banyak hal dan jelas memiliki cara tersendiri dalam menangani situasi, serta para pemain meresponsnya.

Hal itu terlihat dari cara mereka bermain.