Reaktor Fusi EAST China Tembus Batas Kepadatan Plasma, Dekatkan Energi Bersih
Reaktor fusi milik China, Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), yang dijuluki 'matahari buatan', berhasil mencatatkan terobosan penting.
Perangkat ini sukses mengoperasikan plasma dengan kepadatan tinggi melampaui batas Greenwald, standar aman pengoperasian reaktor fusi dunia.
>>> Modena Raih Dua Penghargaan di Selular Award 2026
Dalam uji coba, plasma dipertahankan pada tingkat 1,3 hingga 1,65 kali di atas batas Greenwald.
Kondisi plasma tetap stabil dan terkendali, membuka jalan menuju fase 'fusion ignition' di mana reaksi fusi mampu mempertahankan energinya sendiri.
Teknik Khusus Menjaga Stabilitas
Tim peneliti menerapkan pemanasan tambahan melalui metode Electron Cyclotron Resonance Heating (ECRH) dan teknik pre-charged synergistic start-up. Langkah ini efektif menjaga stabilitas area tepi plasma yang rawan gangguan.
Penggunaan dinding logam penuh pada EAST juga meminimalkan pelepasan partikel pengotor dari permukaan reaktor. Hal ini berkontribusi pada keberhasilan mempertahankan plasma pada kepadatan tinggi.
Model Teoritis Baru PWSO
Pencapaian ini didukung model teoritis Plasma-Wall Interaction Self-Organisation (PWSO) yang dirumuskan oleh Institute of Plasma Physics di Chinese Academy of Sciences.
Model ini memetakan interaksi plasma dengan dinding reaktor yang memicu batas kepadatan.
>>> Platform Livescore Indonesia Tembus 2,3 Juta Pengguna Aktif Bulanan
Berkat pendekatan baru ini, plasma pada EAST berhasil diarahkan ke wilayah bebas kepadatan atau 'density-free region'.
Jika reaktor beroperasi 1,3 kali lebih tinggi dari batas lama, laju reaksi fusi dapat melonjak lebih dari 30 persen.
Pada level 1,65 kali lipat, pasokan energi bahkan bisa berlipat ganda tanpa perlu memperbesar dimensi alat. Ini menunjukkan potensi besar untuk efisiensi energi fusi.
Tantangan Menuju Komersialisasi
Meski hasil positif, para ilmuwan mengingatkan bahwa pembangkit listrik tenaga fusi komersial belum siap dalam waktu dekat.
Masih ada tantangan seperti kemampuan plasma menyimpan panas dalam durasi lama dan ketahanan material reaktor.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances atas kerja sama Institute of Plasma Physics, Huazhong University of Science and Technology, dan Aix-Marseille University.
>>> Jadwal dan Lokasi Pop-Up KPop Demon Hunters di Jakarta
Reaktor EAST telah beroperasi sejak 2006 sebagai wadah riset global.
Update Terbaru
Denny Indrayana Ungkap Alasan Lingkaran Prabowo Tak Berani Bicara Fakta
Senin / 27-07-2026, 17:07 WIB
Enam Polisi Tangsel Diciduk Bareskrim, Terlibat Narkoba dan Pemerasan
Senin / 27-07-2026, 17:07 WIB
Motorola Rilis Android 17 Beta untuk Moto Edge 60 Pro, Ukuran File Capai 5GB
Senin / 27-07-2026, 17:07 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 27 Juli: Aries Tunjukkan Perhatian, Leo Disarankan Introspeksi
Senin / 27-07-2026, 17:07 WIB
Cha Eun Woo Tampil Lebih Berisi saat Wamil, Netizen Ramai Bahas Bulking
Senin / 27-07-2026, 17:01 WIB
Google Hadirkan Fitur Video Selfie untuk Pulihkan Akun yang Lupa Password
Senin / 27-07-2026, 17:00 WIB
Telkom Gelar Culture Festival 2026, Perkuat Budaya Kerja Adaptif
Senin / 27-07-2026, 17:00 WIB
Xiaomi Rilis REDMI Note 15 Series, HP Rp2 Jutaan dengan Kamera 108 MP dan Baterai 6.000 mAh
Senin / 27-07-2026, 17:00 WIB
Dikeroyok Massa hingga Tewas di Tabanan, Sosok Pencuri Ayam Ini Ternyata Memiliki Catatan Kriminal sebagai Residivis
Senin / 27-07-2026, 15:12 WIB
10 Peristiwa Bersejarah 27 Juli: Dari Kudatuli, Penemuan Insulin, hingga Hari Jadi Kota Kediri yang Mengubah Dunia
Senin / 27-07-2026, 15:08 WIB
Viral di Threads, Hanum Mega Bongkar Sifat Asli Endang Yustika: Sosok di Balik Biu.Costore yang Kini Dicibir Warganet
Senin / 27-07-2026, 14:31 WIB
Viral! Niat Foto Bareng Pejabat Kampus, Mahasiswi UINSA Surabaya Malah 'Meluncur' dari Panggung Wisuda
Senin / 27-07-2026, 14:27 WIB
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Agustus 2026: Cek Fakta Long Weekend dan Hari Besar Keagamaan
Senin / 27-07-2026, 13:20 WIB







